Tips Survey Rumah - Riski Saputra

Tips Survey Rumah

Saya memiliki niat untuk membeli rumah dalam waktu dekat ini. Bukan dorongan dari orang lain tapi memang keinginan sendiri untuk memiliki rumah pertama untuk hunian.

Tujuan orang membeli rumah memang bermacam-macam ya. Ada yang membeli untuk investasi masa depan, ada juga yang membeli rumah untuk passive income dari uang sewa rumahnya.

Sebagai pasangan pengantin baru, tujuan kami yang utama memiliki rumah tinggal yang nyaman dan akses dekat dengan kereta. Belum kepikiran sampai menjadikan rumah sebagai aset yang mendatangkan passive income.

Saya menyampaikan niat saya membeli rumah ke istri dan juga orang tua. Mereka menyambut baik dan mendukung. Lalu timbul pertanyaan “mau beli rumah dimana?”.

Target Lokasi Rumah

Pertanyaan ini kami diskusikan cukup panjang. Bahkan berbulan-bulan lamanya baru menemukan empat lokasi target kami nantinya.

Target daerah rumah kami yaitu Citayam, Cipayung, Bojong Gede dan Parung. Empat lokasi ini yang paling dekat dengan tempat tinggal kami sekarang. Selain itu juga aksesnya dekat dengan Jakarta dan kereta.

Awal menikah dulu, kami mengontrak di rumah teman SMA saya. Dia membeli rumah di daerah Cipayung Depok. Saya lalu mengajukan diri untuk mengontrak rumahnya sampai ditinggali olehnya.

Dia juga mendukung saya untuk mengontrak rumahnya dengan alasan agar rumahnya ada yang mengaji dan merawatnya. Selain itu juga agar lebih mudah untuk survei rumah sebelum membeli nantinya.

Rumahnya terletak di cluster tidak jauh dari stasiun Citayam. Di sana ada dua rumah yang masih kosong siap untuk dibeli. Teman saya terus mendorong untuk membeli agar bisa menjadi tetangga nantinya.

Sampai akhirnya dia menikah dan kami harus pindah rumah. Kami masih belum juga mantap untuk membeli rumah disebelahnya. Masih banyak yang dipertimbangkan.

Akhirnya kami pindah ke Citayam. Lokasinya masih dekat juga dengan stasiun letaknya di belakang Perumahan Permata Depok.

Kami mendapatkan informasi rumah ini dari OLX. Kami jatuh cinta pada pandangan pertama dengan rumah ini. Langsung mengambil langkah cepat untuk DP. Padahal saat ini masih ada tiga lokasi yang harus disurvei.

Alasan kami karena dijanjikan akan dipasang kanopi dan di cat baru. Tapi kami tidak menyadari bahwa ternyata rumah kami rawan sekali maling. Karena letaknya di pojok sehingga tidak banyak orang yang dapat mengawasinya.

Kehilangan Barang Berharga

Nasib buruk menimpa kami dan harus kehilangan seluruh barang berharga yang ada di rumah. Rumah kami kebobolan maling, bahkan pintu sampai jebol dan retak.

Saat itu istri saya menangis dahsyatnya. Saya berusaha menenangkannya dan menelpon pemilik rumah. Setelah istri saya agak tenang, kami mencari apa saja yang diambil oleh maling. Ternyata hampir semua barang berharga hilang.

Pemilik rumah datang dan kaget dengan kejadian yang menimpa. Tidak menyangka hal ini akan terjadi. Lalu pemilik rumah menelpon tukang langganannya untuk dibantu membenarkan pintu rumah yang rusak.

Respon pemilik sangat bagus dan support atas musibah yang kami alami. Mereka memberikan ekstra 1 bulan sewa, dan juga menambah pintu besi agar lebih aman lagi. Setelah pintu besi terpasang, kami juga menggunakan gembok alarm untuk pintu besi dan gerbang.

Sejak kejadian itu kami jadi agak parno kalau meninggalkan rumah. Bahkan saya sampai membeli CCTV dan memasang Wifi agar bisa mengontrol keadaan rumah saat di luar.

Kejadian tadi menjadi pembelajaran untuk memilih lokasi rumah ke depannya.

Silaturahmi Sambil Survei Rumah

Weekend kemarin (4-5/09/2021) kami tidak memiliki agenda silaturahmi ke orang tua di Kalideres maupun kakak ipar di Karawang. Kami memutuskan untuk silaturahmi sekalian survei lokasi rumah.

Lokasi pertama yang kami survei yaitu perumahaan di Parung, Bogor. Rumah teman saya yang awal tahun lalu mengajak saya menjadi tetangganya juga. Tapi saya tidak menanggapi serius karena masih dalam kondisi syok musibah kemalingan.

Rencana mengunjungi rumahnya sudah ada sejak dua pekan lalu. Tapi tidak terlaksana karena yang bersangkutan tidak bisa dikunjungi rumahnya. Akhirnya weekend kemarin kami mengunjungi rumahnya.

Perjalanan Citayam – Parung cukup jauh juga ya ternyata. Memakan waktu 1 jam lamanya menggunakan motor. Kami percayakan rutenya ke Google Maps.

Sampailah kami ke lokasi dengan bermodalkan rute Google Maps. Saat masuk memang khas bangunan rumah baru. Belum banyak ternyata yang mengisi rumahnya. Tapi pengakuan teman saya sudah ada 100 kepala keluarga.

Setelah ramah tamah dan berbincang, kami berpamitan menuju rumah teman lainnya di Sawangan Depok untuk mengambil pesanan buah yang kami pesan.

Arah rumahnya memang searah dengan rute pulang. Lokasi rumahnya juga terletak di perumahan tapi sudah cukup lama. Sampai di rumahnya kami langsung memilih buah yang menjadi pesanan kami.

Teman saya menyampaikan bahwa di sini ada rumah yang dijual. Mendengar harganya kami cukup tertarik juga. Tapi tetap masih kami pertimbangkan sih.

Keesokan harinya kami melanjutkan survei rumah ke Kemang, Parung. Teman istri saat awal kerja di Cempaka Putih. Dia seorang perawat di rumah sakit ternama di Jakarta. Kami mengunjunginya karena penasaran dengan rumah barunya.

Sampai di rumah barunya ternyata memang perumahan baru dan belum banyak penghuninya. Jalannya pun masih tanah merah belum beraspal.

Perjalanan kami lanjutkan ke Bojong Gede, Bogor. Kali ini teman kami yang baru saja menikah. Kami mengunjunginya sekalian membawakannya kado. Lokasinya memang dekat Stasiun Bojong Gede tapi ini sudah perumahaan lama dan sepertinya tidak ada rumah yang di jual.

Pulang dari sana kami mampir ke Pasir Putih, Depok untuk melihat rumah yang ditawarkan teman saya. Tipe rumahnya cluster, akses mobil juga sempit. Meskipun dekat dengan stasiun Citayam tapi kami tidak berminat.

Jadi selama weekend kemarin kami survei keempat lokasi yaitu Parung, Sawangan, Kemang, Pasir Putih dan Bojong Gede. Dari pengalaman kemarin akhirnya kami menyimpulkan untuk mengambil rumah di sekitar stasiun Citayam saja. Menurut kami stasiun ini menjadi batas maksimal terjauh dari Jakarta.

Tips Survey Rumah

Dari perjalan survei kemarin kami mau kasih beberapa tips ini untuk kamu yang berencana untuk survey rumah.

Lokasi dan Akses Rumah

Perhatikan lokasi rumahnya apakah dekat dengan fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar, stasiun, sekolah dan yang lainnya. Aksesnya juga diperhatikan apakah masuk mobil atau tidak. Cek juga kondisi tetangganya seperti apa keadaannya. Perhatikan juga apakah dekat rumah ada sutet, jangan sampai kita membeli rumah dekat dengan sutet yang akan merusak barang elektronik nantinya.

Kondisi Bangungan Dan Pencahayaan

Kamu perlu memperhatikannya kondisi bangunanya seperti apa. Meskipun bangunannya baru tetap harus dicek juga ya kondisi bangunannya. Pencahayaan juga diperhatikan jangan sampai lembab dan menimbulkan penyakit.

Legal dan Pembayaran

Pastikan juga bahwa rumah yang akan dibeli nantinya memiliki SHM yang jelas atau kalaupun AJB juga yang valid. Tanya juga pembayarannya apakah bisa KPR Bank atau tidak. Sebaiknya hindari KPR pribadi agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan membantu kamu saat survei rumah nantinya. Kamu punya pengalaman survei rumah juga? Cerita dong di kolom komentar!

Leave a Reply