10 Tips Mengatur Keuangan di Awal Tahun

Awal tahun adalah waktu yang sangat tepat untuk membuat banyak resolusi. Dimana resolusi ini akan menjadi sebuah target dan juga goals bagaimana kita menjalani kehidupan satu tahun ke depan.

Banyak hal dalam hidup ini yang dapat kita jadikan resolusi, seperti pendidikan, keuangan, percintaan ataupun kesehatan. Contohnya saja resolusi terkait kesehatan, dimana kita akan menjadi pribadi yang lebih sehat, memilih untuk memakan makanan sehat dan lebih rajin berolahraga agar resolusi tersebut tercapai.

Selain terkait kesehatan, setiap orang tentu ingin memiliki keuangan yang sehat juga. Dimana dengan keadaan keuangan yang sehat ini, kita dapat memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik. Tingkat keuangan yang tinggi pada suatu keluarga, tentu dapat membuat tingkat kebahagiaan sebuah keluarga lebih tinggi pula. Meskipun kebahagiaan tidak sepenuhnya tergantung akan uang, namun ada beberapa hal yang tetap saja membutuhkan uang.

Dengan tingkat keuangan yang sehat dan tinggi, seorang ayah dapat mengajak anggota keluarganya untuk liburan, memberikan hadiah untuk setiap anggota keluarga dan juga memenuhi kebutuhan setiap anggota keluarga. Tidak hanya dapat dirasakan oleh keluarga, tingkat keuangan yang sehat dan tinggi pun sangat amat dirasakan pengaruhnya oleh seseorang yang masih menyandang gelar mahasiswa.

Mahasiswa yang memiliki keuangan yang sehat, tidak perlu khawatir dengan uang jajannya akan habis sebelum akhir bulan. Dan juga atas pemenuhan kebutuhannya seperti mencetak makalah, membeli buku, mengikuti kunjungan industri, ataupun hanya sekedar nonton di bioskop.

Tidak hanya dibutuhkan oleh mahasiswa yang notabene-nya anak kos, level keuangan yang sehat juga sangat diinginkan oleh berbagai kalangan. Pribadi ataupun kelompok usaha, dan masih hidup sendiri ataupun telah memiliki rumah tangga. Maka dari itu kita harus belajar mengelola keuangan, agar tidak boros dalam menggunakan uang bulanan ataupun agar dapat mengelola usaha dengan baik.

Untuk mencapai level keuangan yang sehat dan tinggi tentu ada beberapa strategi yang harus dilakukan. Terutama disaat tahun baru, setelah habis-habisan mengeluarkan uang untuk liburan. Terutama disaat tahun baru, setelah habis-habisan mengeluarkan uang untuk liburan bareng keluarga dan menghabiskan tabungan tahun sebelumnya.
Bagi kalian yang mau memiliki pengaturan keuangan yang baik, maka dapat menerapkan tips-tips di bawah ini :

Tips Mengatur Keuangan di Awal Tahun

1. Evaluasi Dulu Kondisi Keuangan Tahun Lalu

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan level keuangan yang sehat adalah melakukan evaluasi terhdap kondisi keuangan tahun sebelumnya.

Evaluasi ini dimulai dari bagaimana keadaan keuangan kita, apakah lebih banyak pemasukan atau pengeluaran? Lalu apakah kita sudah memilih untuk lebih banyak mengeluarkan uang untuk hal-hal yang produktif dibandingkan hal-hal yang tidak produktif?

Jika masih banyak pengeluaran yang kita lakukan lebih ke arah non produktif ataupun konsumtif, maka kita dapat mengubahnya untuk tahun ini agar lebih menuju kepada hal-hal yang lebih produktif.

Salah satu pengeluaran yang produktif adalah dengan melakukan kegiatan investasi. Selanjutnya evaluasi yang perlu dilakukan adalah evaluasi terkait utang. Dengan siapa, berapa, kapan harus dilunasi dan untuk apa kita melakukan pinjaman.

2. Usahakan Sudah Punya Dana Darurat Minimal Tiga Bulan ke Depan

Tahun baru memang saat yang tepat untuk mengeluarkan uang dalam jumlah banyak, terutama untuk liburan keluarga. Namun, alangkah lebih baiknya saat kita mengeluarkan uang untuk liburan, kita juga harus memikirkan kehidupan setelahnya.

Maka dari itu sisihkan dana darurat minimal untuk tiga bulan ke depan. Hal ini dilakukan, karena kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi keuangan kita di tahun yang akan datang.

Jadi buat yang masih berstatus mahasiswa, sisihkan uang saku setiap bulan yang diberikan oleh orang tua sebagi dana cadangan atau dana darurat, jika sewaktu-waktu terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

Jika keadaan keuangan baik, tentu dana cadangan tidak terlalu diperlukan, namun jika kondisi keuangan lebih buruk maka dana cadangan ini bisa menjadi salah satu penyelamat.

Melihat kondisi yang tidak menentu termasuk kondisi keadaan ekonomi, maka dana darurat menjadi solusi terbaik.

3. Buat Dua Rekening Untuk Memisahkan Pengeluaran dan Tabungan

Untuk menuju level keuangan yang sehat, maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memiliki dua rekening. Hal ini bertujuan untuk memisahkan uang ke dalam dua kategori yaitu kategori pengeluaran dan kategori tabungan.

Rekening dengan kategori pengeluaran, menjadi tempat uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti untuk makan, kebutuhan pendidikan seperti uang jajan, dan lain halnya. Sedangkan rekening dengan kategori tabungam, merupakan tempat uang yang disisihkan untuk tabungan, dimana uang ini tidak akan dipakai untuk pengeluaran sehari-hari tapi lebih kepada pengeluaran yang produktif.

Dengan membuat dua rekening yang berbeda, maka kita dapat lebih bijaksana dalam mengelola keuangan kita. Sehingga tidak hanya pengeluaran yang bersifat konsumtif yang kita lakukan, namun pengeluaran yang produktif juga diusahakan agar lebih banyak dari sebelumnya.

4. Rencanakan Pengeluaran Dengan Budgeting di Awal

Merencanakan pengeuaran dengan melakukan budgeting di awal merupakan salah satu bentuk kontrol kita terhadap uang yang kita miliki.

Salah satunya dengan membuat pos-pos keuangan dapat meminimalisir pengeluaran yang tidak dibutuhkan. Selanjutnya membuat budgeting untuk memperkirakan pengeluaran apa saja yang akan kita lakukan satu tahun ke depan.

Penyusunan dari budgeting ini disesuaikan dengan skala prioritas, dari yang sangat penting, cukup penting, penting, lumayan penting dan tidak penting. Membuat perencanaan budgeting terhadap setiap kegiatan yang berkaitan dengan keuangan tentu akan menekan perilaku konsumerisme yang dimiliki oleh setiap orang.

Sehingga dengan melakukan hal ini, dapat membuat seseorang mencapai level keuangan yang sehat.

5. Jangan Berbelanja Berlebihan Disaat Tidak Ada Promo

Setiap manusia tentu memiliki sifat konsumtif atau biasa kita kenal dengan perilaku konsumerisme. Terkhusus lagi seorang perempuan, dimana mereka biasa membeli sesuatu bukan dengan alasan kebutuhan melainkan keinginan. Contoh alasan yang didasari oleh keinginan adalah misalnya melihat barang yang lucu langsung dibeli meskipun tidak dibutuhkan.

Maka dari itu tips selanjutnya adalah kita harus menekan perilaku konsumerisme yang kita miliki, terutama untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan. Namun ada saatnya juga kita dapat berbelanja banyak atau berlebih yaitu saat adanya promo. Namun alangkah baiknya tetap melihat prinsip kebutuhan vs keiginan saat membeli suatu barang.

6. Buat Target Keuangan Jangka Pendek dan Panjang

Memiliki target merupakan kewajiban setiap manusia. Jika tidak, manusia tersebut akan hidup mengikuti arus yang ada tanpa memperhatikan butuh atau tidak. Target sendiri dibedakan berdasarkan waktu pencapaian, yaitu target jangka panjang dan target jangkan pendek.

Menurut teori, jangka pendek adalah jangka waktu yang kurang dari atau sama dengan satu tahun. Sedangkan jangka panjang adalah jangka waktu yang lebih dari satu tahun.

Dalam mengelola keuangan juga diperlukan membuat target keuangan jangka pendek dan target keuangan jangkan panjang. Contoh target keuangan jangka pendek adalah memenuhi kebutuhan hidup setiap bulan, memenuhi kebutuhan jajan anak setiap bulan dan hal lainnya. Sedangkan contoh dari target keuangan jangka panjang misalnya memiliki deposito, investasi dan memiliki usaha.

7. Konsisten dan Patuh Kepada Rencana Keuangan Yang Telah Dibuat

Dalam mengatur keuangan juga diperlukan konsitensi dan juga kepatuhan kepada rencana keuangan yang telah dibuat.
Sebagai contoh saat sudah memutuskan untuk membuat dua rekening yang berbeda fungsi namun masih tetap mencapur penggunaannya. Hal ini tentu dapat mengacaukan rencana keuangan yang telah dibuat.
Pada akhirnya target keuangan yang sudah kita buat harus disesuaikan kembali karena kurangnya kedisplinan dalam penggunaan rekening.

Hal ini bila dibiarkan tentu akan mebuat kebiasaan buruk dalam penggunaan uang di kemudian hari. Tentu hal ini tidak ingin terjadi terus menerus yang pada akhirnya membuat kondisi keuangan makin kacau.

Ingatkan selalu pada diri agar tidak pernah menggunakan rekening tabungan untuk pengeluaran yang konsumtif. Apalagi sampai mengabiskan semua isi uang di rekening. Jika ingin target finansial tercapai dan juga kondisi keuangan terus sehat, perlu mematuhi rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

8. Kontrol Utang Mulai Tahun Ini

Mengontrol utang merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan level keuangan seseorang. Dari sekarang kita harus lebih memilih dan memilah kondisi seperti apa saja yang mengharuskan dan bisa kita untuk melakukan sebuah pinjaman.

Jangan sampai karena hal-hal yang konsumtif ataupun saat kita menginginkan sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan, tapi kondisinya kita tidak memiliki uang lalu kita memilih jalan untuk membuat pinjaman.

Melakukan sebuah pinjaman atau biasa kita kenal dengan utang ada baiknya dilakukan apabila kondisi sangat terpaksa ataupun untuk menambah modal saat kita ingin membuat sebuah usaha. Dikarenakan utang ini merupakan sebuah kewajiban yang harus kita kembalikan di masa yang akan datang.

Namun sebaliknya kita tidak dapat memprediksi dengan tepat bagaimana keadaan ekonomi ataupun keuangan kita nantinya. Maka dari itu dalam membuat sebuah pinjaman sehingga kita memiliki utang, kita harus berfikir berkali-kali.

9. Tidak Ada Salahnya Mulai Punya Asuransi Untuk Berjaga-jaga

Strategi selanjutnya adalah mengeluarkan uang kita untuk mendapatkan asuransi. Fungsi asuransi sendiri adalah untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang diluar dugaan atas hal-hal yang tidak diinginkan.

Contohnya saja asuransi jiwa, dimana kita berjaga-jaga atas semua hal yang terjadi atas jiwa kita dan keluarga kita. Misalnya kita mengalami kecelakaan, sehingga mengharuskan dirawat di Rumah Sakit maka asuransi ini akan membantu kita dalam membayar pengeluaran kita kepada Rumah Sakit. Dengan adanya asuransi orang yang mengalami suatu hal yang buruk, tidak harus menanggung beban ekonomis atas hal tersebut.

Satu lagi contoh asuransi yang bisa menjadi pilihan yaitu asuransi pendidikan. Dengan adanya asuransi pendidikan, maka sebagai orang tua kita tidak perlu memikirkan uang saat anak kita naik ke jenjang pendidikan selanjutnya. Terutama pendidikan adalah kebutuhan yang sangat dan harus dipenuhi oleh setiap insan.

Maka dari itu dalam memilih asuransi kita harus memikirkannya dengan matang-matang, karena asuransi bukanlah bentuk investasi yang akan memberikan kita return nantinya.

10. Ini Waktu Yang Tepat Untuk Berinvestasi

Selain untuk pengeluaran yang bersifat konsumtif, maka dari sekarang kita harus memikirkan pengeluaran yang bersifat lebih produktif. Salah satunya yaitu mengeluarkan uang kita untuk investasi.

Investasi merupakan salah satu rencana jangka panjang yang harus kita miliki, karena dengan adanya investasi kita nantinya akan mendapatkan pengembalian. Kebutuhan akan investasi ini menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi, karena setiap orang usia produktifnya akan semakin berkurang.

Contohnya saja seorang pekerja, dia tidak akan bisa selama-lamanya menjadi pekerja dikarenakan beberapa faktor seperti usia, stamina tubuh yang semakin berkurang, kemampuan berfikir yang semaki berkurang dan banyak sebab lainnya.

Terutama melihat perkembangan teknologi saat ini, dimana dengan adanya teknologi dapat menggeser kebutuhan perusahaan akan manusia sebagi pekerjanya. Dimana manusia dapat digantikan oleh mesin dalam melaksanakan pekerjaannya.

Karena hal itu kita memerlukan investasi untuk menjadi bentuk usaha kita kedepannya. Dalam memilih investasi kita harus memikirkan berbagai aspek, seperti resiko bawaan dari investasi, pengembalian yang akan didapatkan dan hal lainnya. Sebelum berinvestasi ada baiknya kita konsultasi kepada pakar terlebih dahulu.

Memiliki level keuangan yang sehat, baik serta tinggi adalah keinginan dari setiap orang. Maka dari itu tips-tips di atas bisa menjadi strategi dalam mencapai tujuan kita yaitu keuangan yang sehat.

Selain melakukan tips-tips di atas, cara lain untuk sukses dalam resolusi keuangan ini yaitu bertanya kepada orang yang lebih tua. Orang yang lebih tua ini memiliki pengalaman yang lebih banyak terutama dalam hal mengatur keuangan. Namun, kita tetap harus memilih tempat bertanya agar jawaban yang kita dapat adalah jawaban yang kita inginkan.

Selain bertanya kepada orang yang lebih tua dan berpengalaman, hal lain yang dapat kita lakukan adalah membaca buku terutama buku terkait pengaturan keuangan. Kalau kamu masih mahasiswa atau pekerja yang masih single maka kamu dapat membaca buku mengatur keuangan untuk kehidupan yang masih sendiri. Namun jika kamu sudah menikah dan memiliki anak maka kamu dapat membaca buku terkait mengatur keuangan untuk keluarga.

Selain dua hal tadi yaitu membaca dan bertanya, satu hal lagi yang bisa kita lakukan agar cerdas dalam mengatur keuangan adalah banyak mengikuti seminar ataupun workshop yang terkait tata cara mengatur keuangan.

Apalagi sekarang, dengan perkembangan teknologi yang ada, seminar ataupun workshop tidak hanya bisa kita dapatkan secara langsung dimana kita harus hadir di tempatnya namun lewat smartphone mu juga bisa. Kita bisa menonton dalam jarak yang jauh dan tidak harus dalam waktu yang mengikat, yang artinya kita memiliki waktu yang fleksibel dalam menentukan kita kapan ingin menonton seminar atau workshop tentang tata cara mengelola keuangan.

Kunci dari kepandaian seseorang dalam mengatur keuangannya sehingga dapat menuju level keuangan yang sehat, baik dan level keuangan yang tinggi adalah ilmu. Saat seseorang memiliki ilmu khususnya keuangan maka dia akan dapat mengatur keuangan tersebut.

Satu hal lagi yaitu kita harus menahan gengsi, karena bukankah ada kalimat yang menyatakan:

“yang mahal bukanlah kebutuhan hidup tapi gaya hidup”.

Kalimat ini dapat kita artikan bahwa kita harus lebih mementingkan kebutuhan hidup ketimbang gaya hidup, karena kalau kita fokus pada gaya hidup maka tidak akan ada habisnya.

Contoh dari gaya hidup misalnya fashion yang jika ikuti maka akan selalu berubah. Karena gaya hidup dibuat atas imajinasi seseorang yang tidak akan pernah habis.

2 Comments

  1. Priant Taruh March 29, 2020
    • Riski Saputra April 4, 2020

Leave a Reply