Solusi Transportasi Modern Berteknologi Tinggi

Solusi Transportasi Modern Berteknologi Tinggi

Pembahasan masalah macet memang tidak pernah ada abisnya. Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah, khususnya DKI Jakarta. Macet menjadi masalah yang hangat dibicarakan oleh masyarakat. Mereka berharap kepala daerah yang baru bisa menyelesaikan masalah ini.

Dilansir dari cnnindonesia.com masalah macet di Jakarta sudah dimulai sejak tahun 1965. Hal ini pernah diwartakan oleh harian Kompas, Senin 5 Juli 1965 yang berbunyi bahwa kecepatan mobil di lalu lintas pada saat itu sama seperti kecepatan sepada.

Video Jakarta 1965

Dari beberapa sumber berita pada tahun 1960-an, kemacetan pada masa itu disebabkan oleh infrasturktur jalan yang minim, jumlah kendaraan pribadi yang terus bertambah, ketiadaan tempat parkir khusus, dan ketidaktertiban para pengguna di jalan.

Oia pada zaman itu becak merupakan kendaraan yang paling banyak hilir mudik di ibu kota lho. Dilansir dari cnnindonesia.com Direktur Institut Studi Transportasi menyebutkan bahwa jalanan macet disebabkan oleh beceka dan sepeda yang berlalu lintas tidak teratur dan semrawut.

 

Macet Jakarta Berkurang

Kali ini saya lebih menyoroti DKI Jakarta karena merupakan tanah kelahiran saya dan juga domisili tinggal. Selain itu juga dilansir tirto.id Jakarta meraih peringkat tinggi soal macet di Indonesia meskipun posisinya sudah digeser oleh Bandung.

Infografis Macet Jakarta Berkurang

infografis macet jakarta berkurang via instagram/dkijakarta

Meski begitu seperti dilansir detik.com kemacetan jakarta berkurang lho atau turun sebesar 8% di tahun 2018 berdasarkan hasil penilitan TomTom Traffic Index.

Dilansir dari jawapos.com, berikut ini 8 penyebab penurunan index kemacetan di Jakarta versi Dishub DKI Jakarta:

  1. Beberapa under pass dan fly over yang dahulu dibangun sudah mulai beroperasi
  2. Perlintasan sebidang kereta api yang menjadi penyebab kemacetan ditutup
  3. Ganjil genap mulai diperluas area dan juga diperpanjang waktunya
  4. Jalan MH Thamrin dan Sudirman dilakukan re-design menjadi lebih lebar tanpa adanya jalur lambat
  5. Jaklingko menjadi program untuk merangkul angkutan umum agar tidak ngetem sembarangan dan membuat sistem tarif Rupiah per kilometer.
  6. Rute-rute Transjakarta semakin diperluas jangkauannya
  7. Melakukan integrasi Transjakarta dengan angkutan perkotaan dan mewadahi program Jaklingko termasuk MRT dan LRT.
  8. Mengembangkan transportasi dari dan ke daerah permukiman kota serta ke bandara dengan stake holder seperti BPTJ dan Dishub Bodetabek.

Menurunnya kemacetan di Jakarta juga tidak terlepas dari peran Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub). Kemenhub telah melakukan perbaikan untuk sistem transportasi khususnya di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya. Ini terbukti dengan proporsi penggunaan angkutan umum terus meningkat dengan seiring perbaikan layanan angkutan umum. Terlebih setelah mulai beroperasinya MRT  dan semakin baiknya pelayanan KRL yang mampu menarik minat masyarakat menggunakan transportasi massal. 

 

Angkutan Umum Solusi Kemacetan

Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Budi Karya Sumadi yang terpilih kembali menjadi Menteri Pak Jokowi di periode kedua ini. Tidak heran sih beliau dipilih kembali karena memang memiliki prestasi terhadap kemajuan transportasi di Indonesia khususnya Jakarta.

Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi

Bapak Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan

Berikut ini capaian Kementerian Perhubungan selama dipimpin oleh Bapak Budi Karya Sumardi selama periode pertama Jokowi dikutip dari laman resmi kementerian:

Pencapaian sektor Perhubungan Darat

  1. Pembagungan BRT di 34 kota besar
  2. Revitalisasi terminal
  3. Beroperasi MRT
  4. Semakin baiknya layanan KRL Jabodetabek

Pencapaian sektor Pehubungan Laut

  1. Pembangunan Pelabuhan Non Komersial sebanyak 118 lokasi
  2. Pembangunan tol laut
  3. Menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan hub internasional

Pencapaian sektor Perhubungan Udara

  1. Pembangunan Bandara Baru di 15 lokasi
  2. Menyediakan 39 rute baru yang melayani penerbangan ke daerah pedalaman

Pencapaian sektor Perkeretaapian

  1. Pembangunan proyek Double-Double Track (DDT)
  2. Reaktiviasi jalur KA
  3. Pemantauan proyek LRT
  4. Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya

Sudah banyak layanan angkutan umum yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) untuk konektivitas ekonomi dan juga upaya untuk penurunan angkat kemacetan di kota-kota besar. Tugas kita sekarang adalah mendukung program pemerinta untuk mengunakan layanan angkutan umum agar masalah macet cepat terselesaikan.

Hasil dari penggunaan layanan angkutan umum ini sudah dirasakan oleh Jakarta yang mengalami penurunan tingkat kemacetannya. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa terjadi peningkatan pengunaan angkutan umum dari 180 juta di Tahun 2017 menjadi 280 juta bahkan diproyeksikan menjadi 300 juta dikutip dari detik.com.

 

Solusi Transportasi Modern Berteknologi Tinggi

Angkutan umum yang ada banyak memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. Dengan terus dibangun infrastruktur transportasi tentu membantu proses distribusi perekonomian Indonesia. Semakin lancar dan luas rantai distribusi perekonomian tentu membuat perekonomian Indonesia semakin baik.

Tetapi kita tidak boleh cepat puas dengan angkutan umum yang ada saat ini. Zaman semakin berubah dan juga semakin cangkih. Kemajuan teknologi saat ini menuntut semuanya serba cepat. Tentu hal ini juga perlu direspon dengan pembangunan moda transportasi yang cepat juga.

Saat ini memang Indonesia sedang menjalani proyek Kereta Api cepat Jakarta-Bandung dan Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya. Saya rasa Indonesia juga sebaiknya tidak cepat puas hanya dengan memiliki kereta cepat. Indonesia perlu memiliki moda transportasi yang jauh lebih cepat dari itu dan bila memungkinkan bisa mengangkut banyak orang.

Saya akan memberikan rekomendasi untuk solusi transportasi modern berteknologi tinggi ini. Ada dua konsep transportasi yang menurut saya cocok untuk dibangun di Indonesia pertama Evacuated Tube Transport (ETT) dan kedua Hyperloop.

Evacuated Tube Transport (EET)

Evacuated Tube Transport (ETT) merupakan kereta cepat dengan sistem maglev yang dapat mengambang secara magnetis atau sering disebut sebagai kereta magnet.

Video Evacuated Tube Transport (ETT)

Inovasi ini memang baru dalam tahap pembuatan, dengan teknologi ini dapat membawa berpergian 50 kali lebih cepat daripada kereta api berkecapatn tinggi.

Jika proyek ini sudah mulai berpoerasi di dunia tentu bisa membawa keliling dunia hanya dalam waktu satu hari.

Transportasi ini memiliki enam belas kursi dengan kecepatan hingga 4.000 mph (6.500 kph) dengan menggunakan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode transportasi konvesional.

Kereta magnet ini memungkin melalukan perjalan dari New York ke Los Angeles dalam waktu hanya 45 menit dan New York ke Beijing hanya dalam waktu dua jam. WOW!

Menurut saya transportasi Indonesia bisa ikut ambil bagian dari proyek ini untuk mendukung transportasi antar negeara.

Hyperloop

Sama seperti Evacuated Tube Transport (ETT) namun kecepatannya hanya 1.300km/jam dan dapat menampung 20-40 orang. Transportasi ini menggunakan tenaga surya sehingga lebih ramah lingkungan. 

Video Hyperloop

Kabar gembiranya hyperloop ini akan direalisasi di Indonesia dan proyeknya akan dikelola oleh PT Hyperloop Transtek Indonesia. Proyek ini akan berlangsung kurang lebih selama 25 tahun.

Proyek tahap awal akan dibangun di daerah tangerang, tangerang selatan dan juga Bandara Soekarno-Hatta. Jika proyek tahap awal ini berhasil, selanjutnya akan dibangun juga di beberapa tempat di pulau Jawa dan Sumatera.

Hyperloop ini sangat cocok untuk moda transportasi penghubung antar kota. Selain lebih cepat juga jauh lebih muat banyak ketimbang Evacuated Tube Transport (ETT).

Solusi transportasi umum akan semakin sukses terlaksana apabila didukung oleh masyarakat yang menggunakannya ketimbang kendaraan pribadi. Apalagi hadirnya transportasi modern berteknologi tinggi seperti Evacuated Tube Transport (ETT) dan Hyperloop tentu semakin menunjang perekonomian Indonesia.

Leave a Reply