Forest Cuisine Blogger Gathering

Saya ini sering banget ikut lomba blog tapi sampai saat ini masih belum dapat kesempatan untuk menang. Bahkan untuk masuk nominasi 30 besar saja tulisan saya belum mampu.

Ketika di tengah kesibukan dan kondisi tubuh yang lagi tidak sehat, tiba-tiba ada whatsapp masuk dari mbak Rani. Pesan yang diterima berisi informasi bahwa saya lolos dan masuk nominasi 30 besar lomba blog Blogger Perempuan bersama WALHI.

Saya berkesempatan untuk bisa menghadiri event Forest Cuisine Blogger Gathering bersama 30 peserta lomba blog lainnya. Dari email yang saya terima acaranya berupa talkshow tentang hutan dan ditutup dengan pengolahan bahan makanan dari hutan menjadi sebuah hidangan.

Acara yang ditunggu tiba.

Sejak malam saya sudah sangat antusias untuk bisa hadir ke event ini. Saya tahu tulisan lomba blog kemarin masih jauh dari kata juara, tapi dapet kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang WALHI itu yang membuat saya tertarik untuk bisa hadir di event ini.

Logo Walhi Indonesia

Kalau kamu belum tahu tentang WALHI, saya coba jelaskan secara singkat ya. WALHI merupakan singkatan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia adalah organisasi lingkungan hidup independen, non-profit terbesar di Indonesia.

WALHI didirikan oleh ibu Erna Witoelar merupakan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Indonesia pada masa presiden Abdurahman Wahid.

WALHI ini merupakan organisasi yang memiliki fokus dan juga prioritas untuk Kampanye dan advokasi tentang isu-isu seperti Air, pangan dan keberlanjutan, Hutan dan Perkebunan, Energi dan Tambang, Pesisir dan Laut dan Isu-isu Perkotaan.

Kebetulan pada kesempatan kali ini WALHI bekerja sama dengan Blogger Perempuan dalam campaign Blog Competition dengan tema pangan dari hutan.

Dalam serangkaian Blog Competition terdapat event Forest Cuisine Blogger Gathering yang ternyata menghadirkan Mbak Alin dari WALHI, mbak Tresna merupakan WALHI Warrior, bu Tati merupakan WALHI Warrior, dan Windi Iwandi merupakan food blogger.

Saya akan coba meringkas apa saja pembahasan selama Talkshow kemarin.

Mbak Alin menyampaikan bahwa hutan itu merupakan ruang hidup, obat-obatan, pangan, dan kebudayaan identitas masyarakat adat disekitar hutan.

Hutan juga merupakan penyelamat iklim, ekologis, dan juga sumber konsumsi masyarakat.

Tanpa disadari, permpuan itu merupakan penjaga hutan lho. Karena peran wanita dalam keseharian yang dapat mengelola bahan hutan secara berkelanjutan.

Mbak Alin meluruskan presepsi masyarakat yang menganggap perkebunan sawit itu adalah hutan. Seseuatu dikatakan hutan itu apabila lahan tersebut ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan bukan hanya satu jenis saja.

Mbak Alin juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam apapun yang kita konsumsi. Sebaiknya hanya mengkonsumsi yang kita butuhkan saja dan bukan menuruti keinginan. Kita harus bisa mengontrol konsumsi sehari-hari kita. Karena ini berdampak terhadap kelestarian lingkungan lho.

Bencana ekologi yang terjadi saat ini akibat dari kesalahan mengelola lingkungan hidup kita.

WALHI ini punya gelar kepada orang yang berjuang untuk nilai-nilai yang mereka perjuangkan dan menyebutnya sebagai WALHI Warrior.

Dalam acara talkshow kemarin dihadirkan mbak Tresna dari Maluku dan Bu Tati dari Sumatera Barat.

Mbak Tresna ini memperjuangkan perizinan bagi pertani hutan di maluku agar bisa mengelola hutan. Selain itu juga dia menampung aspirasi masyarakat yang mencitai hutan.

Saat ini mbak Tresna dan bersama komunitasnya di Maluku memiliki produk untuk dipasarkan yaitu madu hutan. Kemarin saya beli dan mencoba rasanya enak lho.

Lalu bu Tati saat ini memperjuangkan ekonomi masyarakat di sekitar pesisir padang dengan mengelola buah pala mengubahnya menjadi sirup dan selai. Dia mengakui dengan adanya WALHI perekonomian petani menjadi lebih meningkat, sebab WALHI mengajarkan ekonomi kreatif sehingga bahan hutan dapat menghasilkan produk yang lebih menjual.

Pemilik akun foodirectory, Windy Iwandi merupakan seorang food blogger yang aktif banget memposting tentang hal-hal makanan di akun media sosialnya. Ternyata dia juga punya pengalaman menarik berkunjung ke hutan dan juga merupakan pecinta binatang sehingga mengurangi konsumsi hewani.

Acara ini ditutup dengan demo masak oleh Wilgoz. Jujur saya kaget banget pas tahu ternyata ada Willgoz di dapur demo masak. Saya langsung menyambutnya dengan meminta foto bareng.

Pada kesempatan kali ini Willgoz mendemokan pengolahan bahan hutan yaitu jamur menjadi fettucini yang lezat. Hidangan ini juga sangat cocok banget untuk kamu yang vegetarian nih.

Sorry banget saya belum bisa kasih resepnya karena kemarin on the spot dan dibagi berdasarkan tim. Saya kebagian jadi tim dokumentasi.

15 Comments

  1. Delly May 18, 2020
  2. Julia Amrih June 9, 2020
    • Riski Saputra July 5, 2020
  3. Adie Riyanto June 9, 2020
    • Riski Saputra July 5, 2020
  4. Kresnoadi DH June 10, 2020
    • Riski Saputra July 5, 2020
  5. Uwien Budi June 11, 2020
    • Riski Saputra July 5, 2020
  6. Ruli retno June 14, 2020
    • Riski Saputra July 5, 2020
  7. Rina June 18, 2020
    • Riski Saputra July 5, 2020
  8. Alix Wijaya July 1, 2020
    • Riski Saputra July 5, 2020

Leave a Reply to Adie Riyanto Cancel reply