[STUDY KASUS] Cara Mempersipakan Dana Pensiun

Muda Berinvestasi, Tua Berprestasi

Selain kata Millenials yang saat ini cukup sering di dengar adalah sandwich generation atau generasi sandwich. Generasi yang menopang dua generasi sekaligus yaitu orang tua dan juga anaknya. Mungkin fenomena ini sudah ada sejak dahulu namun baru-baru ini saja populer di masyarakat.

Kita semua tentu tidak mau menjadi sandwich generation atau menjadi orang tua yang membebani anaknya. Permasalah ini timbul akibat kurangnya persiapan finansial sehingga harus sampai membebani dan terbebani. Solusi dari permasalahan ini tentu adalah edukasi finansial yang perlu dipersiapkan sejak dini agar hal ini tidak terjadi.

Sering kali sebagian orang beranggapan bahwa dirinya akan terus produktif sehingga tidak peduli dengan persiapan pensiun ataupun menabung uang pensiun untuk hari tua nanti. Anggapan inilah yang menjadi salah satu penyebab hidup susah di hari tua dan timbullah sandwich generation.

Saat Muda Berinvestasi merupakan salah satu cara yang bijak dilakukan untuk mempersipkan masa tua nanti. Sebab investasi yang dimulai sejak dini akan terasa ringan dan juga kapitalisasinya jauh lebih besar karena memiliki jangka waktu yang panjang.

Kamu yang saat ini baru saja memulai karir, ada baiknya sudah mulai memikirkan bagaimana saat pensiun nanti? Apakah mau membebani anak nantinya jika tidak dipersipkan sejak dini? Tentu hal ini tidak ingin terjadi bukan. Maka simak cara mempersipkan dana pensiun di bawah ini:

 

Mulai Rencanakan Sejak Dini

Menurut penelitian kurang dari 10% di Indonesia, ikut program pensiun yang layak. Artinya masih banyak lho yang tidak mempersiapkan pensiunnya. Sehingga langkah pertama yang paling tepat adalah merencakanan sejak dini. Meskipun saat ini anda sekarang sudah cukup berumur dan mendekati masa pensiun, tidak ada salahnya mulai mempersiapkannya. Apalagi untuk freshgraduate alangkah lebih bijak mempersiapkannya sejak dini.

Mulai sejak dini tentu akan membuat kamu memiliki waktu lebih lama yang membuat faktor kali dari tabungan kamu semakin banyak. Sebagai contoh kalau kamu menabung 500ribu saja setiap bulan untuk dana pensiun kamu. Kalau saat ini umur kamu masih 25 tahun dan usia pensiun 55 tahun artinya punya 20 tahun atau 240 bulan untuk menabung. Hasilnya akan menjadi 120 juta rupiah.

 

Jangan Hanya Menabung, Berinvestasi Dong!

Dana pensiun sejumlah 120 juta memang terlihat cukup besar tetapi kalau hanya ditabung saja tentu sangat disayangkan. Jika kamu investasikan uang 500ribu tadi selama 240 bulan tentu hasilnya jauh lebih besar ketimbang hanya ditabung.

Sebagai contoh bila kamu melakukan investasi rutin 500 ribu per bulan di reksadana pasar uang Ajaib selama lima tahun akan mendapatkan hasil yang jauh lebih besar ketimbang menabung di bank. Lihat hasil simulasi dibawah ini.

 

Berapa Dana Pensiun yang Dibutuhkan?

Mungkin kamu bertanya-tanya berapa sih dana pensiun yang dibutuhkan untuk hari tua mendatang? Terdapat sebuah teori finansial yang menyebutkan bahwa untuk mempersiapkan dana pensiun dibutuhkan dengan sebutan The 4% Rule atau the Trinity Study.

The 4% Rule atau the Trinity Study merupakan cara yang dilakukan agar tidak kehabisan dana selama masa pensiun nantinya. Angka 4% ini muncul berdasarkan studi yang dilakukan oleh 3 profesor keuangan di University Trinity dengan melihat tingkat pengembalian investasi dalam 15-30 tahun sebesar 7% lalu di potong dengan invelasi yang menggerus 3% sehingga muncullah angka ini. 

Cara menghitung dana pensiun dengan mengalikan seluruh pengeluaran bulanan selama setahun. Kemudian pengeluaran tahunan tadi kalikan dengan 25 (hasil dari 100% dibagi 4%). Hasil dari inilah yang akan diterima rutin nantinya saat pensiun merupakan jumlah dana pensiun yang harus dikumpulkan. 

 

Berikut ini simulai perhitungan dana pensiun;

Diketahui pengeluaran bulanan adalah Rp 5.000.000. Dengan teori 4% tadi maka:

Rp5.000.000 x 12 (bulan) = Rp 60.000.000 total pengeluaran dalam setahun.

Dana pensiun yang harus dipersiapkan adalah Rp1.500.000.000 (Rp60.000.000 x 25) untuk diinvestasikan dengan instrumen yang memberikan imbal hasil (minimal 4%) per tahun maka hasilnya cukup untuk membiayai bulanan.

 

Hal ini bisa dimulai dengan menginvestasikan 12% dari total penghasilan dengan return 10 – 12% per tahun secara konsisten. Sebagai contoh memiliki gaji 10 juta per bulannya maka setiap bulan harus menabung sebesar 1,2 juta setiap bulannya. Kalau saja setiap bulan rutin menginvestasikannya dengan return 10% per tahun selama 25 tahun hasil yang didapatkan sebesar 1,5 miliar. Uang ini bisa diinvestasikan kepada instrumen yang memberikan berisiko rendah dengan return 4% hasil yang didapatkan setiap bulannya sekitar 5-8 juta per bulan.

Tentu dana pensiun ini harus dipersiapkan dengan cara disiplin berinvesasti sejak dini. Semoga kita semua bisa mempersiapkannya dengan baik dan tidak menjadi beban bagi generasi sandwich.

One Response

  1. Sabda Awal November 19, 2019

Leave a Reply