Beli Cash Atau Kredit - Riski Saputra

Beli Cash Atau Kredit

Saya sudah lama sekali tidak menyapa pembaca blog ini.

Tahun juga sudah berganti dengan begitu banyak kejadian yang terjadi selama setahun terakhir.

Tahun 2020 menjadi tahun yang bersejarah buat saya karena mengalami berbagai kejadian.

Saya akan coba ceritakan satu persatu kejadian yang dialami selama setahun penuh di postingan lain.

Satu momentum spesial tahun kemarin adalah menikah.

ya, saya sudah jatuh cinta dan menikah dengan teman kampus yang bahkan selama perkuliahan tidak akrab.

Cerita bagaimana saya bisa menikahinya akan dibuatkan postingan khusus ya.

Setelah menikah ini saya memiliki banyak pertimbangan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Sebagai keluarga dituntut untuk bisa mengatur semuanya dalam rumah tangga.

Termasuk biaya bulanan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun terkadang pernah ada diposisi memiliki begitu banyak keinginan.

Tapi kondisi finansial kami tidak bisa memenuhi semua keinginan.

Kebutuhan VS Keinginan

Awal menikah saya usahakan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga kecil kami.

Diawali dengan mengontrak rumah untuk tempat tinggal.

Kemudian melengkapi segala perabotan rumah tangga.

Uang saya waktu itu terbatas, hanya bisa membeli kasur, lemari dan meja kerja.

Iya kami sepakat yang penting bisa tidur dan kerja di rumah dulu.

Perbotan yang lain bisa dicicil dikemudian hari.

Berkah menikah ternyata datang tiada hentinya.

Teman-teman dari saya dan istri satu persatu memberikan hadiah berupa perbotan rumah tangga.

Satu persatu rumah mulai terlihat sebagai rumah.

Iya bukan hanya isinya kasur dan lemari saja.

Kulkas, mesin cuci, blender, kompor, peralatan masak, sampai piring dan sendok.

Alhamdulillah.

Saya memang berencana membeli semua itu setelah ada uangnya.

Tapi Allah punya cerita lain.

Cash Vs Kredit

Wacana saya dan istri untuk berhutang sebenernya sudah ada sebelum kami menikah.

Saat itu saya memang memiliki budget yang minim untuk menikah.

Tapi dia terus mendukungnya sampai berpikiran untuk pinjam uang ke kantor dan dicicil dengan potong gaji.

Saya jelas menolaknya, bukan karena gengsi.

Tapi memang sudah memiliki prinsip tidak mau mengawali kehidupan rumah tangga dengan berhutang dan berusaha tidak berhutang meskipun dalam kondisi tersulit pun.

Oia, ada satu keinginan waktu awal menempati rumah kontrakan.

Kami menginginkan Smart TV untuk hiburan di rumah.

Bayangkan kami menikah dibulan Juli dan saat ini sangat menginkan TV.

Tapi saya baru bisa membelikannya di bulan November secara Cash.

Saya coba yakinkan istri untuk bersabar bahwa bisa beli TV secara cash.

Pada akhirnya bukan hanya TV saja yang saya beli tapi juga barang elektronik dan perbotan lain yang menjadi keinginannya bisa dipenuhi.

Padahal banyak teman yang bilang kenapa gak coba kredit atau pinjam uang aja ke aplikasi pinjaman online seperti Tunaiku.

Tunaiku memang salah satu aplikasi yang menawarkan kredit hingga 20 juta tanpa anggunan hanya dengan KTP.

Tapi saya tetap berpegang dengan prinsip saya untuk tidak pinjam uang ke aplikasi atau ke siapapun.

Kalau kami lebih memilih sabar menabung untuk beli cash atau kredit aja untuk bisa dipakai langsung?

Tulis jawaban di kolom komentar ya!

2 Comments

  1. Untari January 6, 2021
    • Riski Saputra April 30, 2021

Leave a Reply