Strategi Agar Bisa Berqurban Meski Gaji Kecil - Riski Saputra

Strategi Agar Bisa Berqurban Meski Gaji Kecil

Alhamdulillah setiap tahun kita selalu menghadapi momentum idul adha atau Idul Qurban. Momentum ini menjadi sebuah pemerataan ekonomi dimana si miskin dan si kaya sama-sama bisa menikmati daging. Walaupun pada hari-hari biasa daging bagi sebagian orang bukan lagi makanan yang mewah lagi. Namun sebagian lainnya daging menjadi makanan yang sangat langka di hidangan mereka.

Semua bahagia, gembira, merayakan datangnya hari raya idul qurban. Baik orang tua, pemuda-pemudi, sampai anak-anak bahagia merayakannya. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi dengan cara mengolah hasil daging quban yang telah dibagikan oleh pihak panitia pemotongan hewan qurban.

Pembaca yang budiman, betapa bahagianya jika kita setiap tahun bisa berqurban. Agar bisa terus menyalakan api kebahagian yang terpancar di wajah mereka. Namun sering kali kita merasa tidak mampu karena banyak hal yang membatasinya. Terutama yang menjadi alasan adalah gaji atau penghasilan kita yang kecil.

Pada tulisan ini izinkan saya berbagi strategi agar bisa berqurban meski gaji kecil. Sehingga setiap tahun kita dapat terus merayakan hari raya idul qurban dan bisa melihat kebahagian dari mereka yang juga ikut merayakannya.

 

Niat yang Kuat

Segala sesuatu memang harus didasari dengan niat yang kuat. Meski memiliki penghasilan yang besar tapi tidak memiliki niat untuk berqurban tetap saja tidak akan pernah bisa berqurban. Namun dengan niat yang kuat meski penghasilan yang didapat kecil atau cukup, insyallah akan ada jalan untuk bisa melaksanakannya.

Tanamkan niat dari sekarang dan terus pupuk niat tadi dengan aksi-aksi yang nyata seperti menanbung, berhemat, atau menambah penghasilan lainnya.

 

Daftar Tabungan Qurban

Mengeluarkan uang sekaligus dalam jumlah besar terlalu berat, kita bisa atasi dengan membuat tabungan qurban. Biasanya setiap masjid memiliki program ini agar mempermudah jamaah yang ingin berqurban. Masjid sekitar tidak memiliki program tabungan qurban, kamu bisa atasi dengan membuat tabungan khusus untuk berqurban.

Dengan menabung maka akan terasa lebih ringan. Satu ekor kambing kualitas super seharga 3,6 juta, kita cukup menyisihkan uang setiap bulannya sebesar 300 ribu. Jauh lebih ringan dibandingkan kita menyicil motor atau perlatan rumah tangga yang lain.

 

Berhenti Merokok

Kenapa harus berhenti merokok untuk bisa berqurban? Sebab belanja rokok setiap bulan orang Indonesia cukup fantastis. Setiap perokok aktif minimal merokok satu bungkus sehari dengan harga 10 ribu, ditotal selama satu bulan pengeluran untuk belanja rokok bisa mencapai 300 ribu. Nah kalau uang 300 ribu ini ditabung untuk berqurban semua perokok aktif di Indonesia akan berhenti merokok dan udara Indonesia tidak akan tercemar lagi.

Lalu bagaimana dengan petani cengkeh yang dipekerjakan oleh perusahan rokok jika seluruh perokok tadi berhenti merokok gara-gara uangnya dialokasikan untuk berqurban? Mereka bisa dipekerjakan menjadi peternak kambing atau sapi.

Terlihat sangat sederhana dan agak ngawur sih. Tapi saya ingin sekali lhoo kalian berhenti merokok hei ahli hisab. Tidakkah kalian peduli kepada kami? Kalian sudah merampas hak udara segar kami lhoo.

 

Nambah Penghasilan Lainnya

Menambah penghasilan menjadi solusi untuk mewujudkan niat kita untuk bisa berqurban. Apalagi niat kita untuk sedekah, pastilah Allah akan carikan jalan rezeki yang tidak terduga datangnya.

Apalagi saat ini sangat banyak yang bisa kita lakukan untuk menambah penghasilan seperti menjadi tukan ojek online, supir taksi online, jualan online, menjadi guru privat, dan pekerjaan halal lainnya.

Pilihlah pekerjaan sampingan yang tidak sampai menggangung waktu pekerjaan utama. Sehingga pekerja utama beres, penghasilan semakin bertambah dan semakin mudah kita berqurban.

 

Itulah strategi yang saya lakukan agar bisa berqurban tahun ini. Meskipun hanya seekor kambing, tapi rasanya saya sangat bersyukur dan bahagia. Kamu punya cara lain? Coba ceritakan dikolom komentar, biar nanti saya update tulisannya.

2 Comments

  1. mas September 14, 2017
    • Riski Saputra September 16, 2017

Leave a Reply