Resign Bukan Pilihan Tepat Untuk Memulai Usaha, Kecuali Sudah Melakukan Hal Ini - Riski Saputra

Resign Bukan Pilihan Tepat Untuk Memulai Usaha, Kecuali Sudah Melakukan Hal Ini

RiskiSaputra.com – Pada kesempatan kali ini saya mau berbagi suatu hal tentang topik yang diperbincangkan bersama salah seorang alumni di kampus STEI SEBI yang saat ini menekuni bisnis properti dan juga memiliki saham dibeberapa bisnis lainnya. Hal yang mau saya share kali ini adalah tentang Resign Bukan Pilihan Tepat Untuk Memulai Usaha, kecuali memang kamu sudah melakukan beberapa hal yang akan saya bahas disini.

Kami bahkan tidak pernah berkomunikasi sebelumnya, baik saat masih kuliah maupun sudah menjadi alumni. Saya mengenal beliau sejak kuliah saat menjadi pembicara workshop debat di kampus ketika ditingkat tiga dan ternyata saat itu beliau sudah memiliki bisnis properti. Saat kuliah dulu nama beliau memang harum dikenal sebagai pendebat yang hebat bahkan sampai menjuarai beberapa perlombaan debat baik regional maupun nasional.

Baru-baru ini saya melihat beliau sering sekali tampil di beranda facebook sebagai sosok aktivis organisasi kepemudaan internasional, anggotanya adalah para pengusaha dan praktisi hebat dan sudah tersebar hingga ke seluruh dunia, JCI (Junior Chamber International). Sebelumnya saya juga sudah mengenal organisasi ini dari sebuah acara training yang merukan salah satu proyek yang diadakan oleh organisasi ini.

Singkat cerita, beliau menghubungi saya untuk sharing tentang dunia blogging yang dalam hal ini memang menjadi minat saya. Beliau tahu saya cukup aktif di dunia blogging dari facebook grup blogger yang diikuti oleh temannya yang ternyata juga diikuti oleh saya. Selain itu juga dari aktivitas saya dalam memposting blogpost di social media dan grup whatsapp alumni kampus.

Dalam postingan ini saya tidak akan membahas tentang pembicaraan saya dengan beliau soal blogging. Topik ini akan coba dibahas di postingan lainnya. Tapi untuk sekarang yang akan dibahas adalah soal sharing entrepreneurship yang mungkin mahal kalau harus menggunakan jasa konsultasi bisnis dan saya mendapatkannya secara gratis hihihi..

Beliau banyak cerita tentang awal mulanya merintis bisnis sejak tingkat tiga disaat dia merasa tidak terlalu pandai dengan jurusan mata kuliah utamanya yaitu Akuntansi. Sejak saat itu dia bertekad akan merintis bisnisnya hingga besar nanti. Meskipun saat lulus kuliah sempat bekerja di beberapa perusahaan tetapi tentu bukan di bidang akuntansi, yang menurut dia pengalaman kerja juga dibutuhkan untuk melihat bagaimana aktivitas suatu bisnis berjalan.

Karena beban kerja sebagai seorang sales and marketing di sebuah bank konvesional di Jakarta cukup memberatkannya, akhirnya kembali lagi menekuni sebuah bisnis baru. Karena bisnis-bisnis yang sudah ditekuni saat kuliah tidak sesuai dengan passion meskipun sudah merubah kehidupannya menjadi lebih baik saat itu.

 

Bisnis dikerjakan Sambil Kerja, Why Not?

Kerja Sambil Bisnis Kenapa Tidak

Kalau bisa mendapatkan penghasilan doubel kenapa tidak dikerjakan via pixabay.com

Dia juga bercerita saat sebelum menikah dulu, bisnisnya tidak berkembang secara pesat. Namun saat sudah menikah perkembangannya sangat bisa dirasakan bahkan sampai saat ini. Mungkin bagi kamu yang merasa omzet bisnisnya mandet di nominal tertentu, cobalah untuk menikah (ini untuk yang belum menikah, saya tidak menyarankan kamu untuk poliagami yaa, hehe).

Cerita beliau berlanjut tentang temannya yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi yang strategis dengan gaji yang lumayan besar, namun temannya tetap mengelola bisnisnya sambil bekerja. Temannya ini memiliki bisnis pakaian dan perlengkapan bayi online yang sudah mengantongi omzet ratusan juta rupiah lho. Meskipun begitu temannya tetap memainkan perannya di perusahaan sebagai “karyawan”.

Di zaman teknologi yang canggih ini semua kemungkinan bisa terjadi, meskipun saat ini sudah bekerja bahkan di posisi starategis seperti top level management di sebuah perusahaan. Peluang untuk bisnis sambil kerja menjadi hal yang tidak aneh lagi, saat kamu memang serius menekuni keduanya, kenapa tidak?

 

Jangan Kemakan Kompor Resign!

Resign Untuk Bisnis

Please deh, jangan mudah kemakan postingan sosial media orang via pixabay.com

Ini pesan beliau yang sangat saya garis bawahi. Jangan kemakan kompor resign seminar-seminiar bisnis. Karena bisnis itu gak instant, bahkan mie instant saja itu butuh menunggu air mendidih selama tiga menit untuk memasaknya.

Selain seminar, biasanya kompor resign itu hadir di status-status pengusaha yang branding personalnya begitu lebay. Mereka melihat teman-teman karyawan dengan sebelah mata. Padahal saat disodorkan proposal kegiatan sosial yang nominalnya terbilang tidak begitu besar, mereka tidak bisa tuh berkontribusi, katanya “Pengusaha” wkwkwk..

Kami para pengusaha tidak pernah, bahkan sangat tidak setuju memandang karyawan dengan sebelah mata, karena life is choice bro, mereka memilih jalan hidup seperti itu, kenapa kita yang repot, kata beliau dengan semangat.

Pesan beliau lainnya yang begitu mendalam bagi saya,

jadilah pengusaha yang beneran bukan yang hanya terlihat seperti pengusaha tapi ternyata masih merengek minjem-minjem duit untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

 

Resign untuk Bisnis, Sudah Tepat kah?

Pilihan Selain Resign Untuk Bisnis

Coba deh dipikiran lagi sebelum kamu resign via pixabay.com

Bagi teman-teman yang saat ini sudah ngebet banget mau resign dari kantornya coba deh pertimbangkan lagi. Jangan-jangan kamu cuma semangat panas tai ayam, yang semangat saat baru resign saja tapi tidak persisten dalam menjalani bisnisnya.

Beliau memberikan saran untuk temen-temen renungkan kembali sebelum resign dari kantor sekarang. Berikut saran terbaik dari beliau:

 

Apakah Bisnisnya Bisa Dikerjakan Sambil Kerja?

Coba deh, intropeksi lagi, beneran nih kamu mau sungguh-sungguh mendalami bisnis disaat sudah resign nanti. Beliau menggabarkan, saat resign itu kamu tidak akan mendapat penghasilan tetap lagi, dan penghasilan bisnis kamu belum tentu sama dengan gaji rutin yang kamu dapatkan sekarang lho.

Yakin kamu sudah siap untuk menghadapi itu semua. Apalagi sekarang kamu punya anak, istri bahkan orang tua yang harus kamu nafkahi. Terus juga, sayang donk karir kamu diperusahaan itu kalau ditinggal, padahal kalau kamu maju selangkah lagi mungkin akan naik gaji atau jabatan.

Kalau sudah sangat yakin, coba deh perhitungin lagi. Bisnis yang mau kamu jalanin itu bisa gak sih dikerjain diluar waktu kerja?. Atau bisa dilakukan sambil bekerja tanpa mengganggu pekerjaan utama gak?. Karena tidak baik juga kalau sampai bisnis sampingan ini mengganggu pekerjaan utama.

Kalau bisnis kamu bisa dikerjakan sambil bekerja, kenapa harus resign?. Toh enak kan kalau dapet double penghasilan? Kamu juga bisa rekrut karyawan kalau perlu untuk bisnis kamu itu. Dari pada kamu resign dengan pengahilan bisnis yang belum pasti, bahkan maaf mungkin saja gagal dan merugi. Mending dilakukan sambil bekerja saja toh.

 

Resign Aja! Kalau Perencanaan Kamu Sudah Sangat Matang

Oke deh kalau masih ngotot pengen resign juga. Kamu boleh resign, tapi dengan syarat sudah merencanakan segalanya secara matang. Ibarat kamu mau terjun bebas dari pesawat, kamu tuh sudah dilengkapi dengan parasut dan ilmu cara menggunakannya. Kalau kamu mau langsung terjun bebas dari pesawat tanpa parasut tahu donk resikonya?

Ibaratnya parasut ini adalah bisnis sampingan yang sedang kamu jalani sambil kerja dan sudah memiliki penghasilan tambahan meskipun tidak seberapa. Kalau sudah begini kamu tinggal mempelajari cara untuk memakai parustnya hingga sampai ke tujuan kamu.

NAH! Begitulah analogi resign, jadi punya parasut aja gak cukup. Kalau pas kamu terjun ternyata tidak bisa menggunakannya sama saja bohong. Kamu tetap akan mati saat sudah sampai darat akibat benturan yang cukup dahsyat dari udara tadi.

 

Jadi gimana masih yakin mau resign? Karena sesungguhnya resign bukan pilihan tepat untuk memulai usaha jika belum memulai bekal yang cukup.

 

Spesial thanks buat Bang Kamaludin Enuh yang sudah memberikan sharing bisnis yang luar biasa, saat ini beliau sedang mencoba merintis bisnis kuliner yaitu Franchise Tahu Jeletot. Semoga bisnis-bisnisnya lancar dan semoga segera punya momongan lagi. Aamiin.

 

Salam Ukhuwah,

 

Riski Saputra

Leave a Reply