Gara – Gara Jas Hujan, Pria Ini Menikahi Seorang Gadis Cantik - Riski Saputra

Gara – Gara Jas Hujan, Pria Ini Menikahi Seorang Gadis Cantik

Menikah merupakan sebuah langkah dalam penyempurnaan agama. Selain itu pernikahan juga menjadi awal dalam pembentukan sebuah peradaban baru. Pernikahan juga merupakan pembuka pintu rezeki keberkahan. Maka tidak heran saat ini mulai berkembang tren nikah mudah dikalangan para pemuda abad ini.

Seminar pra nikah pun menjadi pemicu yang mendorong para pemuda untuk menikah muda. Obrolan dikalangan pemuda juga selalu menyerempet kepada topik yang satu ini. Memang zaman sekarang sudah semakin liar, sehingga menikah muda menjadi jalan keluar terbaik untuk menghindari problematika akhir zaman.

Kampus saya cukup dihebohkan dengan fenomena nikah muda. Sebab terhitung sejak  beberapa bulan lalu puluhan undangan pernikahan dari para alumni, teman seangkatan dan juga adik tingkat. Bagi kami para jomblo ikut berbahagia saat mereka lebih dahulu menikah. Dan juga terus berusaha dan bersabar untuk bisa ikut menikah juga. Sebab menikah bukanlah menjadi ajang kompetisi yang harus dibanggakan.

Baru-baru ini kampus saya juga dihebohkan dengan sebuah kisah yang cukup unik tentang pernikah muda dengan tokoh adik tingkat mahasiswa baru. Saya cukup kagum mengapresiasi keberanian sang pria dan juga wanita yang masih terhitung baru beberapa bulan di kampus. Namun sudah sangat siap untuk menikah meskipun perjalan perkuliahan mereka masih panjang.

Kisah ini berawal dari sebuah ‘JAS HUJAN’. Beberapa hari yang lalu si wanita sedang terjebak dalam hujan. Kemudian dia meminta pertolongan pada teman sekelasnya untuk membelikan sebuah jas hujan. Namun tidak ada yang merespon kecuali si pria ini. Setelah dari kejadian itu si pria dan wanita ini saling chatting menjalin hubungan pertemanan.

Teman asramanya pun menasehati si wanita tersebut saat melihat mereka intens saling chatting. Kurang lebih isi dari nasehatnya adalah untuk menjaga hijab dengan berhenti chattingan atau minta dihalalkan kepada si pria.

Nasehat ini pun dia dengar dan wanita itu menyampaikannya kepada si pria. Sejak saat ini mereka tidak saling chatting untuk waktu yang lama. Mendengar pernyataan itu dan juga sikap yang diambil oleh sang wanita mungkin membuat pria ini tertantang.

Pada akhirnya pria ini pun melamar sang wanita dengan ditemani orang tuanya di kediaman si wanita. Niat awal si pria hanya ingin melamar. Namun sang orang tua malah merespon sangat baik yang intinya jika si pria serius jangan hanya melamar namun langsung saja menikah. Akhirnya pada saat itu juga akad nikah berlangsung dikediaman wanita dan mereka sudah sah menjadi suami istri.

Ada beberapa hikmah yang bisa saya ambil dari kisah di atas.

Pertama, tetaplah bertindak positif dengan peduli kepada seluruh orang. Hal ini sudah dilakukan oleh sang pria dengan bergerak membelikan jas hujan saat yang lain mengacuhkan permintaan tolong dari sang wanita.

Kedua, Integritas diri seorang muslim harus terus di jaga. Hal ini sudah dibuktikan oleh sang wanita yang tersadarkan bahwa tindakan yang dilakukan tidak baik sehingga dia menjaga izzahnya dengan meninggalkan komunikasi dan menegaskan kepada si pria terkait hubungannya itu.

Ketiga, Keberanian seorang pria sejati. Sang pria menunjukan sebuah keberanian seorang pria sejati dengan ikut menjaga izzah sang wanita dengan cara menikahinya.

Terakhir, keberanian orang tua. Saya cukup salut kepada orang tua si wanita yang cukup berani menikahkan langsung anaknya kepada sang pria tanpa membuat syarat yang aneh-aneh dengan tujuan untuk menaga anaknya dari fitnah. Mungkin ini perlu dicontoh bagi para orang tua untuk tidak memberatkan kami kaum pria yang ingin menikahkan anak gadisnya untuk niat suci beribadah kepada Allah.

Kisah di atas bukan rekayasa atau fiktif melainkan kisah nyata yang datang dari kampus kami. Berikut foto mereka saat berlangsung akad nikah untuk menjadi bukti otentik.

Nikah MudaSilahkan berikan komentar terbaik kamu tentang kisah di atas dan jika kamu memiliki pengalaman unik lainnya silahkan ceritakan di kolom komentar. 🙂

nb: Cerita di atas benar adanya. Saya mengetahui hal ini dari status facebook milik temannya. Niat hati hanya ingin berbagi inspirasi dan juga sebagai pengingat untuk semua khususnya buat diri saya pribadi.

33 Comments

  1. Nabilah December 6, 2016
    • Riski Saputra December 6, 2016
      • fitri nurazizah December 6, 2016
  2. cinta December 6, 2016
    • Riski Saputra December 6, 2016
  3. Ucu Mujahidah December 6, 2016
    • Riski Saputra December 6, 2016
  4. Rahmat December 6, 2016
    • Riski Saputra December 7, 2016
  5. Enab December 6, 2016
    • Riski Saputra December 7, 2016
  6. Afifah Mazaya December 6, 2016
    • Riski Saputra December 7, 2016
  7. joko kanal jogja December 6, 2016
    • Aminur Rohman December 6, 2016
    • Riski Saputra December 7, 2016
  8. ahmad fuad December 6, 2016
  9. GHMBRNK December 6, 2016
  10. Aep Nurhidayat December 6, 2016
  11. Samuel Debritto December 6, 2016
  12. Nenna Massara December 6, 2016
  13. Cili December 6, 2016
  14. Muhammad Attar December 6, 2016
  15. adi febrian December 6, 2016
  16. Ichsan ramadhani December 7, 2016
  17. Citra Pradipta December 7, 2016
  18. Yogaesce December 7, 2016
  19. Fery Efendy December 7, 2016
  20. Sumy December 7, 2016
  21. Reyza Zamzamy December 8, 2016
  22. Iman Ridhwan Syah December 8, 2016
  23. Ainayya Ayska January 24, 2017
  24. elva susanti January 25, 2017

Leave a Reply