Jas Hujan

Gara – Gara Jas Hujan, Pria Ini Menikahi Seorang Gadis Cantik

Menikah merupakan sebuah langkah dalam penyempurnaan agama. Selain itu pernikahan juga menjadi awal dalam pembentukan sebuah peradaban baru. Pernikahan juga merupakan pembuka pintu rezeki keberkahan. Maka tidak heran saat ini mulai berkembang tren nikah mudah dikalangan para pemuda abad ini.

Seminar pra nikah pun menjadi pemicu yang mendorong para pemuda untuk menikah muda. Obrolan dikalangan pemuda juga selalu menyerempet kepada topik yang satu ini. Memang zaman sekarang sudah semakin liar, sehingga menikah muda menjadi jalan keluar terbaik untuk menghindari problematika akhir zaman.

Kampus saya cukup dihebohkan dengan fenomena nikah muda. Sebab terhitung sejak  beberapa bulan lalu puluhan undangan pernikahan dari para alumni, teman seangkatan dan juga adik tingkat. Bagi kami para jomblo ikut berbahagia saat mereka lebih dahulu menikah. Dan juga terus berusaha dan bersabar untuk bisa ikut menikah juga. Sebab menikah bukanlah menjadi ajang kompetisi yang harus dibanggakan.

Baru-baru ini kampus saya juga dihebohkan dengan sebuah kisah yang cukup unik tentang pernikah muda dengan tokoh adik tingkat mahasiswa baru. Saya cukup kagum mengapresiasi keberanian sang pria dan juga wanita yang masih terhitung baru beberapa bulan di kampus. Namun sudah sangat siap untuk menikah meskipun perjalan perkuliahan mereka masih panjang.

Kisah ini berawal dari sebuah ‘JAS HUJAN’. Beberapa hari yang lalu si wanita sedang terjebak dalam hujan. Kemudian dia meminta pertolongan pada teman sekelasnya untuk membelikan sebuah jas hujan. Namun tidak ada yang merespon kecuali si pria ini. Setelah dari kejadian itu si pria dan wanita ini saling chatting menjalin hubungan pertemanan.

Teman asramanya pun menasehati si wanita tersebut saat melihat mereka intens saling chatting. Kurang lebih isi dari nasehatnya adalah untuk menjaga hijab dengan berhenti chattingan atau minta dihalalkan kepada si pria.

Nasehat ini pun dia dengar dan wanita itu menyampaikannya kepada si pria. Sejak saat ini mereka tidak saling chatting untuk waktu yang lama. Mendengar pernyataan itu dan juga sikap yang diambil oleh sang wanita mungkin membuat pria ini tertantang.

Pada akhirnya pria ini pun melamar sang wanita dengan ditemani orang tuanya di kediaman si wanita. Niat awal si pria hanya ingin melamar. Namun sang orang tua malah merespon sangat baik yang intinya jika si pria serius jangan hanya melamar namun langsung saja menikah. Akhirnya pada saat itu juga akad nikah berlangsung dikediaman wanita dan mereka sudah sah menjadi suami istri.

Ada beberapa hikmah yang bisa saya ambil dari kisah di atas.

Pertama, tetaplah bertindak positif dengan peduli kepada seluruh orang. Hal ini sudah dilakukan oleh sang pria dengan bergerak membelikan jas hujan saat yang lain mengacuhkan permintaan tolong dari sang wanita.

Kedua, Integritas diri seorang muslim harus terus di jaga. Hal ini sudah dibuktikan oleh sang wanita yang tersadarkan bahwa tindakan yang dilakukan tidak baik sehingga dia menjaga izzahnya dengan meninggalkan komunikasi dan menegaskan kepada si pria terkait hubungannya itu.

Ketiga, Keberanian seorang pria sejati. Sang pria menunjukan sebuah keberanian seorang pria sejati dengan ikut menjaga izzah sang wanita dengan cara menikahinya.

Terakhir, keberanian orang tua. Saya cukup salut kepada orang tua si wanita yang cukup berani menikahkan langsung anaknya kepada sang pria tanpa membuat syarat yang aneh-aneh dengan tujuan untuk menaga anaknya dari fitnah. Mungkin ini perlu dicontoh bagi para orang tua untuk tidak memberatkan kami kaum pria yang ingin menikahkan anak gadisnya untuk niat suci beribadah kepada Allah.

Kisah di atas bukan rekayasa atau fiktif melainkan kisah nyata yang datang dari kampus kami. Berikut foto mereka saat berlangsung akad nikah untuk menjadi bukti otentik.

Nikah MudaSilahkan berikan komentar terbaik kamu tentang kisah di atas dan jika kamu memiliki pengalaman unik lainnya silahkan ceritakan di kolom komentar. 🙂

nb: Cerita di atas benar adanya. Saya mengetahui hal ini dari status facebook milik temannya. Niat hati hanya ingin berbagi inspirasi dan juga sebagai pengingat untuk semua khususnya buat diri saya pribadi.

33 comments

  1. Kapan ya ketemu wanita yg minta dibelikan jad hujan aja? Ah jadi kebanyakan ngayal. Nikah muda ya sah-sah aja sih kalo sudah siap secara mental dan finansial. Si cowok juga patut diapresiasi, berani banget ngelamar si gadis secepat itu.

  2. Wahhhh kerennn! Hahaha ini kisah nyata yg simpel dan ngena banget ya. Berawal dari jas hujan, jadi ketemu jodoh.
    Nih pasti pembacanya pada iseng ngebayang2in kek kisah itu juga XD

  3. Halo kak riskisaputra……hehe ^_^

    aku sering ngelihat tuh disinetron perihal nikah muda, ada tuh yang calon mertuanya marah-marah “anakku nanti makan apa”, ada juga yang ngasih syarat aneh – aneh.

    tapi klo aku pribadi sih nggk terlalu mempermasalahin tentang nikah muda, yang penting anak perempuanku bahagia ^_^

  4. Alhamdulillah banget 😉 Gue jadi senang gitu ya ki haha. Ternyata rencana Tuhan itu luar biasa banget buat menyatukan 2 insan ya. hehe

    Gue salut juga sama keduanya. entah itu sama si wanita atau si laki-laki.
    Jadi Pengen hahaha

  5. Wah, bikin baper…
    Saya selalu menghindari seminar pra nikah, sebab saya memang ingin segera menikah. Jd takut makin dikomporin 😀

    Baca postingan ini saja saya iri dgn mereka, hehe

  6. wadaw jagoan nih kalo cowok berani nikah muda. Gue masih mikir kalo nikah itu harus bener2 siap, baik mental maupun finansial, kadang mikir yang berani nikah muda ini mikir ke depannya enggak ya? karena pacaran sama nikah kan jelas beda jauh 😐

    tapi itu temennya sukses euy, berkat ngasih pinjem jas hujan aja. goks.

  7. Menikah memang tergolong sebuah ibadah, cuman terkadang pihak lelaki harus siap untuk menafkahi keluarganya, karena kalau belum siap malah ntar dosa karena nggak bisa menafkahi.

    Tapi aku bener-bener salut dengan cerita di atas. Si pria bener-bener berani banget. Padahal mereka berdua juga baru menyelami dunia perkuliahan. Tapi tidak mengapa, yang seperti itu justru jauuuh lebih baik daripada menjalin hubungan pacaran.

  8. Jodoh memang selalu menemukan jalannya, yah, kak.

    Kalau belum waktunya juga, mau kita teropong pake apa tak jua terlihat. Ahihi

    Apapun itu, meski kita masih jomblo, semoga yang jomblo bahagia kerana Allah menjaga, laa tahzan

    Eeaaa

  9. Subhanallah! Itulah jodoh yang siapapun takkan pernah tahu pada siapa akan berlabuh, seperti apa akan bertemu. Semoga pemuda Indonesia terinspirasi dan pemudi tetap istiqomah menjaga diri dalam menanti imam sejati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *