Jalan Setapak Untuk Pendidikan Anak Desa

Pendidikan menjadi kebutuhan utama bagi setiap manusia, sebab manusia tanpa ilmu bagaikan pohon yang tidak berbuah. Pohon yang tidak berbuah banyak meninggalkan daun yang berguguran tanpa memberikan buah yang manis bagi para pemiliknya.

Meskipun begitu, ini jangan hanya menjadi sebuah syarat formalitas saja untuk bisa berkerja pada perusahaan multinasional. Ilmu dicari bukan untuk bekerja, melainkan untuk membuat sebuah kehidupan yang lebih baik. Dangkal sekali jika mengenyam pedidikan hanya untuk bisa bekerja di perushaan mulitnasional yang top.

Mutu sebuah pendidikan salah satunya disebabkan oleh baiknya infrastruktur yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar. Bagaimana bisa mencetak generasi penerus yang berkualitas jika tidak ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang memadai.

Pemerataan pembangunan insfastruktur juga diperlukan untuk meciptakan sebuah keadilan pada setiap warga negaranya. Jangan sampai pembangunan infrastruktur pendidikan hanya berpusat pada kota-kota besar saja seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, atau pun Medan. Daerah pelosok pun juga memiliki hak yang sama untuk itu.

Saya sebagai anak yang beruntung dilahirkan di kota membayangkan bagaimana dengan nasib teman-teman seumuran di desa sana yang tidak mengenyam pendidikan, jangankan sampai tingkat kuliah, mungkin sekolah menengah saja sudah bersyukur. Selain mahalnya biaya pendidikan, akses jalan menuju sekolah-sekolah masih ada saja yang harus menyebrang dengan menggukan jembatan yang sudah mulai rapuh diatas derasnya sungai.

Putra-putri bangsa di desa sana harus berjuang dengan susah payah untuk bisa mengenyam sebuah pendidikan. Kedua orang tua mereka sangat menaruh harapan kepada putra-putrinya agar kelak dengan bersekolah dapat memperbaiki kehidupan yang ada.

Saya tidak akan mendesak pemerintah pusat ataupun daerah untuk memberikan sekolah gratis untuk putra-putri Indonesia yang berada di desa. Harapan saya sudah saatnya desa juga memiliki hak yang sama untuk pembangunan infrastruktur jalan yang baik agar memudahkan mereka untuk bersekolah.

Harapannya kementrian PUPR dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kecil para putra-putri di desa. Jika tidak, maka mereka semua mungkin akan terus mengulang lingkaran kemiskinan pada keluarganya yang mungkin sudah ada sejak zaman nenek buyutnya. Memilih bekerja sebelum selesai menyelesaikan studinya, karena sulitnya akses jalan dan juga mahalnya biaya pendidikan di desa.

Harapan-harapan ini saya utarakan dari sebuah kecemasan saya pada negeri ini. Sudah hampir menuju satu abadnya namun indonesia masih saja ada kabar dari media bahwa putra-putri bangsanya kesulitan untuk mengenyam pendidikan.

Jika kita berkaca pada jepang sekarang ini, itu adalah hasil sebuah perjalanan yang amat panjang mencapai hampir satu abad untuk bisa sehebat itu. Namun melihat Indonesia belum ada perubahan di umur yang akan menuju satu abad ini, membuat saya dan teman-teman yang lain cemas dengan nasib bangsa ini. Apalah daya kami yang berjuang tanpa adanya dukungan dari pemerintah.

 

Regrads,

RISAPU.

42 comments

  1. Aku pertama liat judul ini , antusias banget. Pernah liat berita yg anak sekolah mau kesekolah aja harus nyebrangin jembatan yg mau rubuh dulu. Berangkat dari subuh, sampai sekolah udah capek karena perjalanan yg dilalui cukup makan tenaga dan waktu. Aku setuju masalah infrastuktur, belakangan ini banyak sekolah berkembang dikota aja, dipedalaman kurang diperhatikan. Miris. Semoga pemerintah secepatnya ambil andil dalam kasus2 seperti ini ya hehe

    1. Iyaa zhinta, aku juga malu sebagai warga kota masa jakarta aja yang mutu pendidikannya selalu diperhatikan padahalkan mereka juga punya kesempatan yang sama kan. πŸ™‚

  2. Iya, kasihan teman-teman kita yang berada di pelosok negeri. Ada yang harus berjalan jauh dan menerjang derasnya air sungai. Semoga kawan-kawan dan adik-adik kita di pelosok negeri sana bisa meneruskan sekolahnya dan dapat menggapai cita. Aamiin.

  3. Ayah saya sekarang ngajar di SMA pedesaan, hanya ada satu kelas IPA dan IPS di tiap tingkatnya. Tiap kelas paling banyak 20 orang, bahkan ada yang cuma 15 orang. Tahun ini, hanya ada 1 siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi, sisanya entah mau kemana. Bukan hanya soal infrastruktur, mindset dari orangtua juga harus diubah, mereka takut anaknya melanjutkan sekolah bukan hanya soal biaya, tapi juga takut merantau. Jangankan merantau ke luar pulau, untuk kuliah di pulau sendiri saja kadang tidak diperbolehkan oleh orangtua.

  4. Dangkal banget kalo pendidikan hanya untuk syarat kerja di perusahaan multinasional.

    Dengan pendidikan kita bisa memberikan orang lain ilmu juga, dengan pendidikan kita bisa memberikan perubahan untuk lingkungan sekitar, atau bahkan membuat perubahan di negeri ini. Kalo persoalan sekolah di pelosok negeri, aku juga ngerasain gak begitu banyak perkembangannya. Tapi, soal UN dibuat sama.

    Bapakku guru di pelosok negeri di Riau. Sekolahnya hanya punya 3 ruangan yang akhirnya di sekat untuk buat 6 kelas dan 1 kantor. Sedihnya lagi adalah, kalo musim hujan daerah itu banjir dan bapak gak akan bisa ngambil gajinya, jadi ngambil gaji ketika musim kemarau aja.

    Alhamdulillah sekarang pembangunan jalan memudahkan akses bapak mengurus kelulusan anak, ambil gaji guru, dan pengurusan surat lainnya. Tapi tetap aja, belum sebaik di perkotaan. Selain karena pembangunan sekolah, juga karena guru-gurunya lebih banyak berkutat dengan pekerjaan lain yang bisa menghidupi mereka.

    1. terharu bang πŸ™‚ salam sama bapak yah bang. Semoga pemerintah pusat bisa sadar bahwa banyak sekali orang2 desa yang memerulukan peningkatan mutu pendidikan di desa πŸ™‚

  5. Hmm, begitu rupanya…
    Saya mau komen kok susah ya, permasalahan ini untuk dijelaskan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi ketidakrataannya infrastruktur di Indonesia, terlebih lagi di daerah yang pelosok. Hehe, alasan yang paling mudah dipahami adalah Indonesia itu terlalu luas wilayahnya πŸ˜€

    Yakin saja bahwa saat ini pemerintah sedang mengupayakan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah. Toh, sudah lumayan ada perkembangan dengan mulai adanya jalan aspal dan jembatan baru. Malah, sebaiknya kita yang mulai ikut membantu mengupayakannya. Pasti ada celah yang dapat kita temukan untuk dapat ambil peran dalam pembangunan bangsa.

  6. Udah kayak latar belakang skripsi nih :))

    Infastuktur sih yang paling penting menurut gue. Gedung, akses, fasilitas, tenaga kerja, kesejahteraan guru itu bakal saling terkait untuk ngembangin pendidikan di perdesaan yg blm merata di indonesia ini. Kadang sebel liat berita pembangunan ini itu tapi ya di wilayah jakarta atau pulau jawa doang, sedangkan indonesia tengah-timur itu gak merata banget pembangunannya. Semoga infrastruktur khususnya di bidang pendidikan segera merata, biar bisa hasilin SDM yg berkualitas juga

  7. aku sangat setuju banget dengan postingan ini. pendidikan memang sangat penting untuk membangun generasi bangsa menjadi lebih baik. tapi alangkah lebih baiknya jika infrastruktur dan fasilitas pendidikan untuk siswa daerah pelosok juga disamaratakan dengan yang berada di kota.

    semoga INdonesia segera berbenah dari segi pendidikan tersebut.

  8. Sebenernya nggak cuman desa mas daerah luar Jawa mengalami kesenjangan pendidikan yang sangat tinggi daripada di daerah Jawa. Aku sempat merasakan pendidikan di Papua saat SD kelas 1 – 4. Tempat tinggalku dulu bukanlah pedalaman dengan honai sebagai rumahnya. Tempat tinggalku di Pulau Biak, Papua, termasuk wilayah kota. Tapi dari segi pendidikannya, benar-benar tertinggal. Pas pindah ke Jawa, aku kayak ngalamin syok berat, bukannya sombong mas, tapi saat sekolah di Biak dulu, aku termasuk dalam deretan anak-anak yang dapat ranking. Pas triwulan pertama (dulu belum kenal semester), nilai anjlok, udah kayak terjun bebas gitu deh.

    Jadi, PR pemerintah itu banyak banget mas, nggak cuman desa yang ada di pulau Jawa, seluruh pelosok negeri harus mendapatkan pemerataan atas pendidikan.

    1. iyaa mba pipit. Indonesia terlalu luas sehingga mungkin agak sulit dalam merealisasikannya πŸ™‚ tapi harapannya semoga bisa merata yaa πŸ™‚

  9. Pendidikan penting di Indonesia.Tapi fasilitas juga harus memadai.Banyak anak negeri ini yang berada dipelosok negeri yang masih kurang mendapatkan fasilitas dari pemerintah.Banyak juga kekurangan kekurangan yang harus dibenahi oleh pemerintah mengenai pendidikan di pelosok negeri sana.Gue cuma bisa bantu doa dan terus berharap aja supaya anak negeri di pelosok sana bisa merasakan seperti kami yang hidup dan bersekolah di kota.

  10. yang bisa kita lakukan adalah melakukan yang kita bisa..kita bukan orang yang bisa memberikan akses mudah untuk anak anak pedalaman yang kesulitan pergi ke sekolah, kita juga nggak bsa bayarin sekolah emreka satu satu, jadi apa yang bisa kita lakukan? Ya apa yang bisa kita lakukan.
    Gue juga seorang guru dan yang bisa gue lakukan adalah mengajar anak anak. Gue mengajar anak anak jalanan di daerah rawa mangun juga setiap weekend, karena yang mereka butuhkan bukan hanya kata kata kita untuk pemerintah yang emang susah, tapi aksi kita walau hanya sedikit yang bisa kita lakukan. At least, we do something! SEMANGAAAAATTT! Nice post!

  11. Gue juga kadang sempet mikir orang yg tinggal di daerah pedesaan, eh bukan sangat desa dan terbelakang. Walaupun gue tinggal di desa tapi tidak terlalu parah, walaupun cukup ketinggalan dengan yang di kota. Kadang sempet mikir daerah pelosok yang akses pendidikan sulit. Hmm…

    Semoga pemerintah dan semuanya bisa bahu membahu untuk membuat pemerataan pendidikan. πŸ™‚

  12. dangkal?
    jangan dulu beranggapan kalau mereka berpendidikan untuk dapet kerja itu dangkal. Emang lo sendiri bisa meyelesaikan masalah ekonomi mereka? nggak ada yang salah dengan mereka yang ingin berada pada tingkat ekonomi yang lebih maju toh banyak lulusan sma, smk yang bisa menghidupi keluarganya, membahagiakan kedua orang tua bahkan dia bisa mandiri dan bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
    artinya, kita harus melihat dari sisi yang lain sebelum menyimpulkan.

    gue rasa kami anak-anak kampung bisa bertahan dengan kemampuan kami. dan gue rasa banyak juga anak desa yang survive dan akhirnya bisa sukses. kalau emang lo beneran khawatir dengan nasib anak2 desa sini dong turun ke desa abdikan diri lo disini.

    1. terima kasih bang atas ilmunya πŸ™‚ saya juga yakin bahwa anak desa jauh lebih hebat dibandingkan dengan anak kota. Bahkan pemenang olympiade juga banyak yang dari desa.

      Kekuatan saya baru sampai dalam bentuk memperjuangkan dari dunia tulisan. Semoga next bisa ikut juga bersama teman-teman yang lain memberikan pendidikan kepada mereka yang membutuhkan. πŸ™‚

  13. pendidikan memang aspek yang sangat penting bagi sebuah negara. Kalau dibandingin antara Indonesia sama Jepang, emang cukup berbeda sih ya… ya semoga saja ketika Indonesia berumur 1 abad nanti, pendidikannya bisa setara atau melebihi jepang. hmm.

  14. Aku waktu jaman SD berjalan kaki menuju sekolahku.. itu pengalaman seru seumur hidup.. tiap pulang pergi… sekolah ku waktu itu agak reyot gak ada perbaikan… aq lulus SMP baru dengar ada renovasi pembangunan gedung

    1. hmmm, iyaa mba. aku juga sekarang lagi di desa-desa Trenggalek nih. Ternyata luar biasa yahh mereka menempuh pendidikan di sini πŸ™ SMA cuma satu se-kecamatan. kalau SD sih per-desa ada, tapi harus jalan kaki cukup jauh lhoo

  15. Di luar sana masih banyak adik-adik kita yg belum bisa sekolah, atau harus mempertaruhkan nyawa menempuh belasan kilometer setiap harinya hanya untuk mengenyam pendidikan. Sementara di kota, banyak anak yg pas jam sekolah malah sibuk maenan hape. Miris ya?

  16. Selain infrakstruktur pendidikan yang perlu diperbaiki, kualitas pengajar juga mesti ditingkatkan. Pemerintah sebenarnya punya program penyaluran guru untuk mengajar di daerah-daerah pelosok dan perbatasan negara. Semoga bukan isapan jempol semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *