Inilah Budget Ideal Pengeluaran Paket Data Bulanan Bagi Millennials

Inilah Budget Ideal Pengeluaran Paket Data Bulanan Bagi Millennials

Tak habis topik kita bicarakan tentang Millennials akhir-akhir ini.

Terlebih gaya hidup Millennials yang jauh berbeda dengan generasi-generai sebelumnya.

Bicara soal gaya hidup, Generasi Millennials pasti merasakan borosnya pengeluaran pada post paket data.

Bagaimana tidak boros, kalau seluruh aktivitas yang dilakukan menggunakan koneksi internet baik smartphone, laptop, maupun personal computer (PC).

Memang inilah gaya hidup zaman sekarang, semua kegiatan bisa dilakukan dalam satu genggaman di smartphone.

Keborosan dalam post finansial paket data bulanan ini bisa disiasati dengan merencanakan atau membuat budget rutin bulanan.

Dengan adanya budget rutin ini nantinya kamu bisa lebih mengontrol setiap kegiatan dan aktivitas kamu dalam berjejaring di dunia maya.

Pembuatan budget ini bukan berarti harus mengurangi atau bahkan menghapus aplikasi yang ada di smartphone kamu.

Melainkan, ini berfungsi sebagai rem untuk aktivitas yang menggunakan koneksi internet.

Kalau tidak salah, di smartphone juga sudah ada fitur pengatur limit maksimal penggunaan data.

Kalau sudah melebihi batas dia akan memberikan notifikasi bahwa penggunaan kita sudah mencapai batasnya.

Tapi tidak ada salahnya kamu membaca tulisan ini agar mengetahui jumlah budget ideal penggunaan paket data itu.

Tulis Kebutuhan Penggunaan Aplikasi

Kalau membahas budget atau anggaran tidak terlepas dari sebuah pembuatan perencanaan.

Dalam hal ini Saya menyarankan Kamu untuk membuat perencanaan atas kebutuhan dari penggunaan aplikasi di smartphone.

Tidak ada salahnya kamu merinci kebutuhan sehari-hari yang menggunakan koneksi internet.

Biar lebih memudahkan Saya berikan dua pilihan yang bisa Kamu gunakan.

Kebutuhan Sosial Media

Zaman sekarang kalau tidak punya sosial media kayaknya kuno banget yah.

Setiap ketemu orang baru pasti minta akun sosial media untuk tagging foto atau sekedar “say hallo” di dunia maya.

WhatsApp

Sebenernya ini bukan aplikasi sosial media, melainkan aplikasi online chatting.

Tapi biar lebih mudah, Saya klasifikasikan kedalam sosial media yang seperti fungsinya sebagai penghubung ke dunia sosial.

Kamu bisa menuliskan kegiatan apa saja yang menggunakan WhatsApp.

Tetapi sekarang ini, aplikasi WhatsApp selalu digunakan oleh kebanyakan orang bahkan dikalangan instansi dan pejabat negara.

Seakan aplikasi ini sudah menjadi kebutuhan dasar komunikasi bagi setiap orang.

Lalu tentukan juga apakah Kamu perlu mendownload foto, download video, download voice note secara otomatis atau tidak.

Sebab jika dibiarkan otomatis, penggunaan data tentu akan jebol.

Instagram

Menurut Saya aplikasi ini jauh lebih menghibur ketimbang yang lain.

Sebab konten visual berupa, video dan foto pada aplikasi Instagram memuaskan indra penglihatan kita ketimbang harus membaca sebuah konten tulisan.

Bahkan Saya sering khilaf waktu sampai berjam-jam hanya scroll melihat konten-konten yang sedang viral di Instagram.

Identifikasikan lagi kebutuhan kamu dengan aplikasi ini, apakah aplikasi ini sebagai tempat portofolio atau hanya sekerang hiburan melihat konten yang sudah ada.

Kemudian kontrol diri untuk tidak terlalu lama melihat konten video yang tentu akan cepat sekali menghabiskan kuota.

Facebook

Aplikasi yang lebih dahulu terkenal ketimbang Instagram, namun masih banyak sekali orang menggunakannya.

Biasanya kita menggunakan facebook sebagai media diskusi di sebuah grup atau berkomunikasi dengan teman-teman lama yang masih menggunakannya.

Dengan adanya inovasi dari facebook, aplikasi ini sekarang didukung dengan konten video yang tidak kalau jauh lebih keren ketimbang instagram.

Twitter

Aplikasi yang diprediksi akan tutup lebih dahulu ketimbang sosial media lainnya.

Namun sampai saat ini masih mampu bertahan, bahkan semakin banyak yang menggunakannya apalagi momentum politik sudah mulai dirasakan.

Kalau di Indonesia, aplikasi ini memang sangat laris membahas isu-isu politik dan juga jokes receh yang ditweet oleh selebtweet.

Meski dibatasi jumlah katanya, namun dengan fitur thread saat ini mampu mendorong twitter sebagai aplikasi micro blogging yang tidak kalah dengan sosial media lainnya.

Kebutuhan Streaming Video dan Musik

Kalau tadi kita bicara soal kebutuhan aplikasi sosial media sekarang ini muncul kebiasaan baru yaitu nonton video streaming dan musik streaming online.

Dengan meningkatnya infrastruktur internet di Indonesia, kegiatan streaming online mulai banyak digunakan oleh kebanyakan orang.

Bahkan salah seorang Youtubers menyebutkan bahwa Youtube atau aplikasi video streaming online mampu mengalahkan saluran televisi konfensional.

Namun trennya sekarang saluran TV malah ikut meramaikan konten Youtube bahkan sampai mendominasi trending di Youtube.

YouTube

Kebutuhan nonton video youtube semenjak konten saluran televise terlalu monoton untuk ditonton.

Dengan adanya youtube, orang yang ketinggalan acara televise dapat menontonya kembali di Youtube.

Selain itu, ada banyak sekali konten video tutorial yang sangat membantu banyak orang dalam menuntut ilmu.

Netflix

Tidak puas nonton film yang disajikan di televisi saat ini ada aplikasi streaming online Netflix yang menyajikan banyak sekali pilihan film yang bisa ditonton.

Netflix menjawab kebutuhan hiburan kebanyak orang di dunia ini, termasuknya masyarakat Indonesia merasakannya.

Spotify

Kalau dulu harus menggunakan pemutar mp3 untuk mendengarkan musik dan itupun harus punya koleksi lagu-lagunya.

Kalau tidak memiliki koleksi lagu biasanya kita beli di toko musik untuk menambah koleksi playlist kita.

Tapi sekarang kebutuhan mendengarkan musik online semakin mudah dengan adanya spotify.

Jutaan musik tersaji di aplikasi ini yang bisa langsung kamu dengar dari aplikasi ini.

Pilih Paket Data Internet yang menunjang Kebutuhan Kamu

Aplikasi tadi mungkin masih belum termasuk aplikasi game online, atau game ofline yang memerlukan paket data untuk mendowloadnya.

Tapi secara garis besar dua aktivitas di atas mayoritas dilakukan oleh kaum Milenials saat ini.

Menurut analisa Saya dari penawaran paket yang dikeluarkan oleh provider paket data menghasilkan sebuah hipotesa pribadi.

Budget ideal pengeluaran paket data bulanan Millennials yaitu sebesar 30GB untuk bisa mengcover kebutuhan diatas.

Jujur saja, Saya 30GB masih kurang, bahkan kuota segitu hanya untuk 2 minggu.

Tapi beda lagi kalau lagi sering di tempat yang ada Wi-Finya pasti Saya jauh lebih hemat datanya.

Buget rupiahnya sekitar 200ribuan dihabiskan oleh para Millennials, ini belum data valid tapi menurut pengakuan orang-orang yang Saya temui rata-rata mereka menghabiskan uang segitu untuk paket data.

Beli Advan S50 4G Paket Bundling Unlimited Go

Eiits, tenang jangan ngedown dulu dong kalau Kamu cuma punya budget terbatas tapi tetep pengen eksis di sosial media atau streaming video dan musik secara online.

Saya tawarkan solusi yang paling hemat untuk para Millennials yaitu membeli Advan S50 4G Paket Bundling Unlimited Go.

Harga Smartphone Advan S50 4G ini dibandrol 800ribuan, tapi Kamu beruntung kalau besok (27/10/18) ada Flash Sale Advan S50 4G Paket Bundling Unlimited Go yang cuma 700ribuan lho.

8 Kelebihan Advan S50 4G Unlimited Smartphone:

Flash Sales Advan S50 4G

1. Layar 5” dengan OS Android Go
2. Unlimited Youtube 24jam, Setahun!
3. Unlimited Sosmed (social media) 24 jam, Setahun!
4. Plus Kuota Tambahan 12GB, Setahun!
5. Unlimted Gratiss, Tanpa Potong Pulsa, Setahun Penuh!
6. Free VIP iflix
7. Free Spotify
8. Free telp sesama Indosat & 10 menit ke operator lain.

Flash Sales Advan S50 4G Flash Sales Advan S50 4G

Kalau kamu sebulan harus mengeluarkan uang untuk paket data 200ribu, dengan beli Advan S50 4G Paket Bundling Unlimited Go cukup isi ulang pulsa aja 25ribu per bulan Kamu udah bisa menikmati semua semua fasilitasnya.

Saya sih Yes!

Jangan sampai ketinggalan flash salenya disini >> Flash Sales Advan S50 4G Paket Bundling Unlimited Go

Leave a Reply