Bank Mandiri Tingkatkan Pelayanan Nasabah Melalui Teknologi MITA – Riski Saputra

Bank Mandiri Tingkatkan Pelayanan Nasabah Melalui Teknologi MITA

Pesatnya perkembangan teknologi yang ada dimuka bumi ini menyebabkan banyak perubahan terhadap kebiasaan ataupun sendi-sendi kehidupan manusia. Adanya teknologi yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat dari setiap kegiatan yang ada. Begitupun saya sebagai mahasiswa yang sangat membutuhkan kecepatan akan suatu hal. Cepat dan efektif tentunya, maka #SaatnyaTanyaMITA akan menjadi salah satu jalan mencapai kecepatan tersebut, terkhusus pada bidang perbankan.

 

MITA Bank Mandiri

 

Sebagai mahasiswa, saya banyak menggunakan kegiatan yang membutuhkan media lembaga perbankan. Seperti, untuk pembayaran uang kuliah, transfer uang bulanan, sampai kepada kegiatan menabung. Dan terkadang, saya sebagai mahasiswa pun membutuhkan perbankan untuk transfer pembelian produk, terkhusus untuk pembelian produk online.

Cepat, efektif dan tidak adanya kendala menjadi hal yang saya harapkan dalam menggunakan produk perbankan. Cepat dalam melakukan transfer ataupun tidak adanya kendala teknis dalam bertransaksi. Kendala teknis yang seringkali saya rasakan adalah lupa terhadap password e-banking dan kartu ATM yang “ditelan” oleh mesin ATM saat ingin menarik uang tunai.

Sebagai nasabah, jika terjadi kendala-kendala tersebut, tentu hal pertama yang saya lakukan adalah menghubungi pihak Bank melakui layanan contact-center. Namun terkadang layanan tersebut terasa sangat lambat dan tidak efisien sehingga membawa saya harus secara langsung datang kepada bank yang bersangkutan. Dan melakukan pengajuan keluhan dan penyelesaian dari kendala tersebut secara manual. Saat melakukan secara manual, saya pun harus mengorbankan banyak hal. Apalagi jika lokasi bank tersebut jauh dari kampus, maka saya harus mengorbankan waktu, tenaga bahkan biaya untuk sampai kepada bank tersebut. Saat di bank pun, saya harus ikut mengantri dengan nasabah yang lain, dan antrian itu pun tidak singkat tapi panjang dan butuh waktu lama. Jika saja waktu tunggu tersebut dapat dihindari, maka tentu kita dapat memanfaatkan waktu yang berharga tadi untuk melakukan hal yang lebih produktif.

Maka dari itu, saya merasa senang dan menyambut positif saat Bank Mandiri kenalkan chatbot MITA guna memenuhi layanan contactl-center para nasabah. MITA merupakan singkatan dari Mandiri Intelligence Assistant (MITA). Bersifat kekinian, layanan contact center modern ini memberikan kemudahan bagi para nasabah, melalui layanan contact center yang dapat ditemukan di berbagai platform. Seperti aplikasi chatting telepon seluler, seperti aplikasi LINE di alamat @bankmandiri, facebook messenger di @bankmandiri dan telegram di @bankmandiri_officialbot.

Sambutan positif masyarakat terhadap peluncuran chatbot customer service virtual ini dapat dilihat dari meningkatnya interaksi masyarakat. Yang mencapai 10% dari total interaksi ke contact center. Adapun frekuensinya meningkat sekitar 40% dari tahun sebelumnya. Dari rasio tersebut, interaksi nasabah di layanan email dan media sosial terdiri atas permintaan informasi sebanyak 51%, permintaan bantuan 28% dan keluhan 21%. Dengan adanya aplikasi ini juga, saya terkhususnya mewakili mahasiswa dapat mengalihkan pengorbanan-pengorbanan yang saya lakukan saat melakukan pengaduan secara manual, untuk hal yang lebih produktif. Seperti mengefektifkan waktu belajar, berorganisasi, dan mengembangkan serta mengeksplor diri.

Selain peluncuran chatbot layanan call center modern, bank mandiri juga memperbaharui wajah website. Dan ini dapat membuat ketertarikan calon nasabah untuk menjadi nasabah dari bank mandiri. Selain itu juga memberikan ketertarikan terhadap pemuda, mahasiswa dan anak muda lainnya untuk tidak hanya menabung tapi juga mengetahui informasi lain mengenai bank mandiri. Bank mandiri pun juga terbuka atas ruang-ruang perbaikan lain guna mengembangkan website ini.

Adapun kurangnya sosialisasi akan produk chatbot layanan contact center modern dan perbaharuan wajah website ini akan terlihat sia-sia apabila tidak ada sosialisasi dari pihak bank kepada nasabah. Sosialisasi ini sendiri bisa berbentuk iklan, pemberian brosur dan pemasangan famlet yang bisa terlihat oleh khalayak umum. Selain sosialisasi, juga diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai manfaat dan tata cara pemakaian. Mengingat para nasabah bukan hanya berasal dari kalangan anak muda yang melek akan teknologi, tapi juga para orang tua ataupun orang yang baru mengenal teknologi tersebut. Maka dari itu #SaatnyaTanyaMITA harus disosialisasikan secara masif. Jangan sampai teknologi yang telah dibuat sedemikian rupa ini malah memberi efek boomerang kepada bank mandiri sendiri. Dikarenakan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat.

Leave a Reply